Jakarta – Sudah hari keenam pencarian 12 remaja pesepakbola Thailand. Sabtu (23/6) usai berlatih para remaja beserta asisten pelatih bersepeda ke objek wisata alam goa Tham Luang di dekat kota mereka di Chiang Rai, Provinsi utara Thailand yang berbatasan dengan Myanmar. Setelah tim ini masuk goa, hujan lebat menaikan permukaan air dalam goa. Sejak itu mereka tidak keluar dan kini pencarian terbesar sedang berlangsung di Thailand.

Hilangnya para remaja usia 12-16tahun dengan asisten pelatih, Ekkapol Chantawong, berusia 25 tahun diketahui para orangtua yang mengkhawatirkan anak mereka tidak pulang pada Sabtu malam. Ketika itu hujan lebat dan biasanya lorong goa banjir dan tertutup air. Salah seorang peserta Moo Pa Academy, begitu nama perkumpulan sepak bola ini, tidak ikut ke goa karena ia tidak bawa sepeda. Songpul Kanthawong (13) yang memberi tahu para orangtua bahwa teman-temannya pergi ke gua. Di pintu masuk goa, sepeda para remaja dan pelatihnya masih tersandar menanti ketika pencarian dimulai.

Pencarian awal tidak membuahkan hasil selain kepastian bahwa para remaja itu berada di kawasan goa yang memiliki jaringan lorong yang ekstensif. Jejak kaki dan bercak lumpur tangan tempat mereka berpegangan ditemukan para pencari. Juga, pada hari Senin (25/6) permukaan air yang tinggi menutup lorong lorong goa. Para remaja ini diperkirakan terjebak dalam kantung kantung ruangan di jaringan lorong goa yang panjangnya bisa belasan hingga puluhan kilometer. Goa ini belum dieksplorasi seluruhnya.

Para anggota keluarga korban hilang berdoa di mulut goa Tham Luang (Reuters/Soe Zeya Tun)

Pencarian Masuk Hari Ke Enam.

Saat ini ratusan pencari bersedia di kawasan Gua Tham Luang. Militer Thailand, Amerika Serikat, penjelajah gua lokal maupun tim internasional terlibat dalam pencarian. Upaya menyelam menembus lorong banjir untuk menemukan kantung ruang batal karena air terus meningkat dan keruh. Prajurit angkatan darat  Thailand dikirim keketinggian untuk mencari lubang tembus ke jaringan goa dibawahnya. Beberapa upaya gagal karena lubang temuan tidak masuk jauh ke dalam.

Pompa air dan aliran listrik untuk penerangan sudah terpasang oleh para penyelamat. Pada hari kelima diperintahkan untuk membuat lubang bantuan agar bisa menembus jaringan goa dan menurunkan pangan. Pompa tidak berhasil menurunkan permukaan air. Tiga peselam goa dari Britania Raya juga bergabung pada Rabu kemarin. Penyelaman dalam goa memang merupakan disiplin tersendiri, sementara tim sebelumnya merupakan anggota pasukan khusus.

Para keluarga juga berkumpul dan berdoa di mulut goa. Peristiwa ini menjadi perhatian seluruh negeri. Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osottanakorn, mengimbau para pencari untuk menganggap para remaja itu sebagai putra mereka sendiri, agar tidak patah dalam pencarian mereka. (ads/berbagai sumber)

Foto Utama: 

Tim pencari bertugas di mulut Goa Tham Luang, Chiang Rai, Thailand dalam pencarian 12 remaja pesepakbola dan pelatih mereka (dok. Tempo/Reuters)

Similar Posts