gempa nepal

Mengenang Upaya Para Relawan

JAKARTA – 25 April 2015, gempa bersekala 7,9sekala Richter melanda Nepal. Getaran terasa sampai negara tetangga Bangladesh, India dan Tibet. Kawasan Everest pun terlanda, karena pusatnya dekat dengan Namche Bazaar, kampung terdekat dengan puncak Everest.

Pada awal Mei, rombongan Merc-C dan Wanadri mengikuti upaya internasional membantu akibat gempa Nepal. Diantaranya Rahmat Sofyan yang lebih dikenal dengan panggilan Asep. Ia bergabung bersama rekan-rekan Wanadri seperti Gunawan Muhamad atau Ogun, Saleh Sudrajat pilot trike yang terbang dari Sabang sampai Merauke.

“Kami tiga minggu berada di Nepal,” ungkap Asep. Ia bergerak ke arah Langtang Himal, tempat yang jarang dikenal pelancong Indonesia. Kebanyakan pejalan gunung kita memilih  Taman Nasional Sagarmatha, yakni mencapai Everest base camp.

gempa nepal
Gempa Nepal pada 25 April 2015, berpusat di dekat Namche Bazaar,  kampung terdekat dengan Everest meluluhkan bangunan di Kathmandu ibukota Nepal. (Carl Wetham/www.ifrc.org)

Tim selain memberikan bantuan medis, juga berusaha mencari jejak pejalan gunung dari Bandung yang hilang di sana. “Kami banyak memberi bantuan tindakan lanjut dari pertolongan pertama yang dilakuan oleh relawan sebelum kami,” begitu Asep mengenang.

Di perjalanan ia menyaksikan tentara Amerika yang membangun kembali rumah-rumah yang runtuh. Asep mengakui relawan Jepang yang lebih efektif. “Mereka biasa menanggulangi akibat gempa ya?,” tanya Asep yang lebih merupakan pernyataan. Relawan Jepang membawa alat berat untuk memindahkan reruntuhan.

Sudah dua tahun pariwisata Nepal digempur musibah. Akibatnya dua tahun tidak ada pendaki wisata yang mencapai Everest. Padahal ini salah satu penghasil devisa Nepal.

Tahun ini Everest sudah kembali dibuka. Namun akibat gempa masih panjang menuju pemulihan. “Kami menjelajah sampai ketinggian 3.200meter dan menyeberang hingga Sindulpalchok,” kenang Asep. Mereka membantu para korban secara medis, tetapi upaya mencari pejalan gunung Indonesia sampai sekarang pun masih hampa. (ads/rahmat sofyan)

Foto utama: Desa di kawasan Langtang Himal yang hilang runtuh akibat Gempa Nepal. (Reuters/www.ibtimes.co.uk)

Similar Posts