JAKARTA – Diberitakan sebelumnya, kepulangan pendaki tuna daksa berkaki satu, Sabar Gorky disambut hangat setelah selesai mendaki Aconcagua (6962 mdpl) di Argentina pada Jumat (18/3). Sabar berhasil mencapai puncak setelah 20 hari mendaki. Berita bahagia ini tersiar melalui berbagai media online seperti tribunnews dan solopos. Namun, hari ini (22/3) Koran Kompas mengabarkan berita berbeda perihal keberhasilan ini.

Menurut berita yang diterbitkan Koran Kompas pada hari Selasa (22/3), Sabar dan Tim tidak sampai di puncak Aconcagua. Mereka hanya sampai pada ketinggian 6.600meter. Cuaca buruk menjadi pertimbangan untuk mengurungkan niat sampai di puncak. Saat dikonfirmasi kepada Sabar, ia membenarkan soal hal ini.

Iya memang betul. Saya sampai ketinggian 6600 mdpl. Kata Sabar membenarkan saat dikonfirmasi via pesan instan Whatsapp.

Sabar_Gorky
Sabar Gorky di puncak Kilimanjaro / Uhuru Peak ( 5.895 mdpl ) , Tanzania , 2011

Gunung Penjaga Batu ini—sebutan lain gunung Aconcagua—menjadi gunung keempat dalam jajaran The Seven Summits (7 Puncak tertinggi di 7 Benua) yang coba didaki oleh Sabar Gorky.

Pada tahun 2011, ia berhasil mencapai Puncak Elbrus di Rusia dan Kilimanjaro di Tanzania. Tahun 2015 ia mendaki ke Carstensz Pyramid di Papua, tetapi tidak tersedia foto di puncak.

Sabar Gorky dan pencapaiannya hingga ketinggian 6600 mdpl tetap sebuah prestasi membanggakan. Aconcagua memang dikenal sulit. Tahun 1992, dua pendaki Indonesia, Norman Edwin dan Didiek Samsu gugur saat berusaha mencapai gunung yang sama dalam percobaan kedua. (fir/koran Kompas )

Foto-foto: dokumentasi Sabar Gorky

Similar Posts