diet rendah karbohidrat

Diet bukan hanya untuk yang ingin memperoleh berat tubuh ideal. Diet kini banyak dilakukan untuk menjaga kesehatan kini dan mendatang. Beragam jenis diet dikembangkan, dari yang mengurangi asupan kandungan tertentu, sampai diet ekstrem seperti hanya mengonsumsi cairan.

Diet rendah karbohidrat juga makin marak perkembangannya. Nama-nama besar seperti Bill Clinton tercatat pernah melakukan diet jenis ini. Diet rendah karbo kian diminati karena alternatif makanan pengganti karbo yang tidak terlalu ‘merepotkan’, terutama bagi mereka yang baru akan memulai diet. Selain diet keto atau ketogenic diet, berikut beberapa rangkuman diet rendah karbo lainnya.

1. Diet Ornish

Menurut situs USNews, Diet Ornish menduduki peringkat sepuluh dari 38 diet terbaik. Diet Ornish pertama kali dipublikasikan oleh seorang profesor bidang kedokteran di Universitas California, Dean Ornish, dalam bukunya ‘The Spectrum’ yang terbit 2007 lalu.

Pada dasarnya, Diet Ornish mengadopsi pola makan vegetarian. Diet ini menganjurkan untuk terus makan dalam porsi kecil, daripada mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar. Namun, perlu diperhatikan jenis makanan yang dimakan. Makanan utamanya adalah buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Selain karbo, yang perlu dihindari adalah daging atau bahan makanan yang mengandung banyak lemak.

Dalam melakukan Diet Ornish juga harus dibarengi dengan melakukan olahraga selama 30menit sebanyak lima kali dalam seminggu atau selama 60menit sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Disarankan juga untuk melakukan meditasi atau yoga. Yang tidak kalah penting adalah mengurangi merokok dan minuman beralkohol. Karena salah satu tujuan utama dari diet ornish adalah menyehatkan jantung. Selama menjalani diet bisa terjadi penurunan berat badan, tapi bukan menjadi tujuan utama. Melakukan diet ornish juga direkomendasikan bagi yang memiliki diabetes.

2. Diet Atkins

diet rendah karbohidrat
Robert Atkins, pelopor Diet Atkins. (sumber: Alchetron.com)

Diet Atkins pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Robert C. Atkins. Diet ini mengutamakan asupan tinggi protein dan rendah karbohidrat. Ada dua tipe diet Atkins; 20 dan 40, dimana angka menunjukkan jumlah karbohidrat (dalam gram) yang dapat dikonsumsi per hari di awal mula diet. Jumlah karbohidrat yang dikonsumsi akan mengalami peningkatan seiring dengan terpenuhinya target berat badan ideal.

Atkins 20 seringkali dikatakan sebagai ‘atkins original’. Tipe ini adalah yang pertama disarankan untuk dicoba bagi para pemula. Jika targetnya adalah menurunkan badan sekitar atau lebih dari 40pounds atau sekitar 18kg, Atkins tipe 20 yang disarankan. Jika target penurunan berat badan kurang dari 40pounds atau tujuannya untuk menjaga kesehatan makan bisa menjalani diet Atkins 40.

Menurut penelitian yang dilakukan pada 2007, dari 311 orang dengan over-weight dan obesitas yang diminta menjalani beragam jenis diet, para pelaku Diet Atkins adalah yang paling signifikan penurunan berat badannya dalam masa 12bulan. Mereka yang melakukan Diet Atkins mengalami penurunan berat badan, body mass index (BMI—ukuran berat badan normal berdasarkan tinggi tubuh), body fat percentage, juga waist-to-hip ratio tanpa perlu melakukan olahraga tambahan.

3. Diet Paleo

Diet Paleo dikenal juga sebagai caveman diet karena berorientasi pada pola dan jenis makanan yang dikonsumsi nenek moyang. Alasan utama pemulihan pola tersebut adalah fisiologi manusia pada masa kini dengan masa lalu tidak jauh berbeda. Diet ini merekomendasikan makanan ‘asli’ tanpa banyak melalui proses pengolahan.

Dalam Diet Paleo, makanan olahan termasuk produk-produk dairy tidak banyak dikonsumsi. Kacang-kacangan yang tumbuh di bawah tanah termasuk makanan yang dihindari. Makanan utama dalam Diet Paleo adalah bahan makanan yang mengandung banyak protein juga kaya antioksidan seperti buah dan sayuran. Makanan yang mengandung lemak tetap dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Minyak zaitun, kelapa, dan alpukat adalah alternatifnya.

4. Diet Mediterranean-Rendah Karbohidrat

Mengadopsi Diet Mediterranean murni, dalam jenis diet ini sayuran dan buah adalah produk utama yang dikonsumsi. Diet Mediterranean sendiri menempati peringkat kedua dalam diet terbaik versi USNews.

Awalnya Diet Mediterranean-Rendah Karbohidrat didesain khusus bagi orang dengan diabetes dan prediabetes. Sama halnya dengan gaya masakan Mediterranean, penggunaan olive oil atau minyak zaitun untuk memproses bahan makanan adalah yang paling sering dilakukan dalam diet ini. Untuk karbohidrat, pelaku Diet Mediterranean-Rendah Karbohidrat bisa mengonsumsi karbohidrat sejumlah 40gram per hari. Meski disarankan untuk mengatasi diabetes, diet ini tidak disarankan untuk dilakukan oleh anak-anak, wanita hamil dan menyusui, atau pernah mengalami kecanduan alkohol.

Beragam diet bisa dilakukan. Tujuannya pun bisa beragam. Yang tidak kalah penting adalah serius dan konsisten menjalani diet untuk meningkatkan kesehatan. Juga paham dengan benar kebutuhan tubuh masing-masing sebelum memutuskan akan melakukan diet. Jika belum yakin untuk mengatur pola makan, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi lebih dulu dengan yang lebih ahli menangani diet dan kesehatan. (uli/ berbagai sumber)

Similar Posts