DEPOK – Kawasan Ijen terkenal dengan blue fire-nya, fenomena alam yang hanya ada di Indonesia dan Islandia. Padahal keindahan Kawah Ijen hanya satu dari sekian banyak keindahan lain yang masih tersembunyi di Pegunungan Ijen. Potensi-potensi wisata inilah yang ditampilkan dalam ‘Belantara Ijen’

Belantara Ijen merupakan rangkaian acara pemaparan pesona-pesona Pegunungan Ijen, hasil perjalanan panjang calon anggota Mapala UI di kawasan Pegunungan Ijen. Acara yang terdiri dari pameran foto perjalanan, seminar, screening film, dan talkshow ini berlangsung di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, Depok.

Acara yang telah dimulai sejak 9 Maret dan akan terus berlangsung hingga 11 Maret 2017 memang bertujuan memberikan informasi lebih dalam mengenai potensi wisata di kawasan Ijen, Jawa Timur.

“Acara ini akan menyingkap kekayaan yang belum terungkap, kita sebagai orang indonesia harus mengetahui potensi wisata yang terdapat di dalam negeri,” ujar Karina Londy, mahasiswa Program Vokasi 2016, selaku ketua pelaksana Belantara Ijen.

Penjabaran potensi wisata Ijen melalui foto diperlengkap dengan acara seminar yang menghadirkan pembicara-pembicara mumpuni. Seminar ‘Manajemen Perjalanan’ diisi oleh Fandhi Achmad, yang merupakan salah satu pemandu Carstensz Pyramid, dan Adiseno, mantan sekretaris umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

calon anggota Mapala UI

Dalam seminar ‘Fotografi dalam Pariwisata’ diisi oleh Reynold Sumayku, fotografer dan penulis buku ‘Pada Suatu Foto’, serta Cahyo Alkantana yang seorang Underwater & Wildlife Cinematographer. Sedangkan untuk tallkshow potensi wisata akan dijabarkan oleh Setyo Rahmadi, pendiri Rakata Adventure, dan dimoderatori oleh travel blogger, Satya Winnie.

Seminar dan talkshow memang disengaja menjadi rangkaian acara ’Belantara Ijen’. Karena selain diharapkan dapat menyebarkan potensi wisata Ijen lebih luas lagi, pengunjung ‘Belantara Ijen’ juga dapat melakukan perjalanan yang bertanggung jawab, dengan memperhatikan beragam aspek, diantaranya keamanan dan lingkungan.

Tidak lupa, ada pemutaran film pada 11 Maret di Aula Terapung Perpustakaan Pusat UI. Film tentang perjalanan dan kehidupan di Dusun Jampit, Sempol, Kabupaten Bondowoso ini juga merupakan hasil karya calon anggota Mapala UI dari perjalanan panjang yang berlangsung pada Januari-Februari 2017. (uli/rilis)

Similar Posts