Jakarta- Adventure Trade and Travel Association (ATTA) mengeluarkan kajian tren wisata petualang 2018. ATTA mengamati bahwa tren wisata dunia membaik pada 2017, namun terkendala masalah kesinambungan atau sustainability. Pertumbuhan wisata melebihi pertumbuhan ekonomi global dengan angka 7% mencapai 1,3juta keberangkatan, sebagaimana dirilis UNWTO badan dunia wisata.

Wisata petualangan pun menikmati peningkatan ini. Bahkan menurut ATTA para pemain wisata umum pun mulai meningkatkan porsi wisata petualangan. Para pelancong pun lebih berani dalam petualangan. Walau kondisi dunia dibebani aksi teror, politik proteksionis, ancaman iklim, namun di daerah dekat konflik seperti Turki wisata petualangan meningkat. Demikian diungkapkan Natasha Martin pimpinan peneliti ATTA.

International Finance Corporation mengestimasi kegiatan sofa adventure seperti kayak, arung jeram, hiking, camping dan wisata alam, bird watching, menyelam dan wisata budaya bernilai USD 745miliar. Sedangkan ATTA sendiri memperkirakan nilai pasar wisata petualang lebih konservatif sebesar USD 683miliar.

Peningkatan wisata petualang didorong wisatawan asal China. Diperkirakan 60juta wisatawan China melakukan wisata petualangan. Mereka gemar mendaki gunung, panjat tebing dan berkuda.

Sedangkan beberapa tren yang berkembang adalah wisata berbasis pengalaman lokal, peningkatan penggunaan jalur setapak (trail), berkembangnya produk wisata petualangan bagi perempuan, produk musim dingin, dan fasilitas praktis yang mewah di kawasan terpencil. (ads/ATTA)

FOTO UTAMA:

Wisata petualangan meningkat seiring dengan peningkatan wisata umum. Soft adventure seperti trekking dan berkemah serta wisatawan asal China yang menyumbangkan peningkatan. (dok ATTA/Josiah Holwick)

Similar Posts