JAKARTA – Kabar duka kembali datang dari dunia pendakian tanah air. Edward Pratama (19) mahasiswa Bina Nusantara Jakarta meninggal saat mendaki gunung di wilayah perkebunan Gunung Mas yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasioinal Gunung Gede Pangrango. Edward meninggal karena hipotermia dan penyakit asma yang kambuh saat pendakian. Kejadian ini menambah daftar korban saat beraktivitas di alam terbuka khususnya di Indonesia.

Simpati dan duka yang mendalam harus disampaikan kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan. Namun, sebagai sesama pegiat alam terbuka, rasanya refleksi harus dilakukan sekali lagi. Bukan untuk menyalahkan satu pihak atas satu kejadian, tetapi untuk mencari sesuatu yang lebih baik. Tak hanya sebuah refleksi yang akan menguap seiring waktu, tetapi sebuah refleksi mendalam agar tidak ada korban lain dalam kegiatan yang sama-sama kita sukai ini.

keselamatan pendakian
Sejumlah jalur pendakian menuju Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Dari 15 yang tercatat, hanya 3 yang ditetapkan sebagai jalur resmi endakian oleh TNGGP (dok. Mapala UI).

Aktivitas Berbahaya

Mendaki gunung adalah aktivitas berbahaya. Tidak ada benar atau salah di gunung, tidak ada adil atau tidak adil, satu-satunya hal yang pasti adalah gunung merupakan tempat berbahaya. Kata-kata itu diucapkan oleh Reinhold Messner, seorang petualangan kawakan asal Italia. Sangat berasalan Messner menyebut gunung sebagai tempat yang berbahaya. Sebab, tak ada seorang pun yang dapat menolong kecuali diri sendiri. Definisi liar benar-benar bekerja di gunung.

Tingkat bahaya beraktivitas di gunung dapat dikurangi dengan melakukan persiapan yang maksimal. Tak cukup bekal pengetahuan dan kemampuan, tetapi juga diperlukan sikap yang dapat menuntun ke arah keselamatan. Hal-hal tadi tidak bisa hanya dimiliki sebagian, tetapi harus secara utuh dimiliki.

Sayangnya, di Indonesia pemahaman ini tidak ada. Beraktivitas di gunung dianggap sebagai sesuatu yang mudah. Tidak ada pemahaman tentang bahaya dan pentingnya keselamatan. Jika ingin melihat contoh nyatanya, datanglah ke pos-pos pendakian gunung populer di Indonesia. Misalnya Semeru, Gede, atau Rinjani. Di sana akan banyak ditemui calon pendaki yang terkesan seadanya ketika hendak mendaki gunung. Mulai dari yang hanya memakai sandal, hingga yang hanya memakan mie instan di gunung. Pemikiran untuk mendapatkan petualangan dengan persiapan a la kadarnya nampak masih menjangkiti mereka ini.

tingkat keselamatan pendakian
Model pendidikan yang diberikan kelompok atau organisasi pencinta alam membantu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kala mencari sebuah petualangan.

Bahkan, kelompok pendaki gunung yang menjamur di kampus dan sekolah pun tidak menjamin seseorang dapat mendaki dengan selamat. Penyebabnya tentu mudah ditebak adalah model pendidikannya. Masih banyak kelompok pendaki gunung yang dalam pendidikannya hanya menekankan pada aspek kekerasan dengan tujuan agar tangguh saat di alam, tetapi melupakan aspek keselamatan. Keselamatan belum menjadi budaya di dalam pendakian kita.

Safety Can Be Fun

Paradigma baru harus usung. Petualangan tidak bisa didapatkan dengan persiapan a la kadarnya. Definisi petualangan adalah posisi setara antara kemampuan dan tantangan. Kemampuan berarti kapasitas pengetahuan, keahlian, dan sikap yang saling melengkapi. Jika kemampuan lebih rendah daripada tantangan, maka bukan petualangan yang didapat, tetapi sebuah bencana. Kesadaran tentang bahayanya aktivitas mendaki gunung harus ditumbuhkan. Sehingga, tidak sembarang hal bisa dilakukan. Mendaki gunung tidak sama dengan aktivitas lain, mendaki gunung bukan hanya sebuah pariwisata, tetapi sebuah aktivitas minat khusus. Yang berarti memerlukan hal-hal khusus.

Keselamatan adalah paradigma baru yang harus ditanamkan. Hanya dengan keselamatan kita dapat menikmati perjalanan. Tujuan besarnya adalah untuk mendapatkan kesenangan. Sebab pada intinya mendaki gunung adalah tentang mendapatkan kebahagiaan. Maka, sewajarnya kebahagiaan itu diciptakan. Caranya adalah dengan memperhatikan keselamatan. Ujungnya, keselamatan akan membawa kita pada kebahagiaan. Mendaki gunung dengan selamat akan membawa kita pada kebahagiaan. Keselamatan harus jadi budaya. Safety can be fun. (firman arif)

Similar Posts