Jakarta – Tim putri Mahitala yang baru menyelesaikan pendakian tujuh puncak bumi, memilih jalur utara dari Tibet – China untuk mencapai gunung terakhirnya Everest (8.848m). Mereka kepada redaksi Tempo menjelaskan pilihan ke utara karena rekomendasi dari pemandu mereka di Vinson Massif asal Jepang, Hirouki. 

Alasan lain adalah menghindari ancaman Khumbu Icefall yang menghadang di selatan, Nepal. Poin ketiga yang mendukung adalah jumlah pendaki lebih sedikit dari utara. Saat mereka di sana awal Mei hingga Juni, sekitar 60 pendaki mencoba Everest dari utara, dibandingkan rata-rata 500 pendaki termasuk pemandu dan staf pendakian di sisi selatan pada tiap musim.

Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24) di puncak Everest pada 17 Mei 2018. (dok. WISSEMU Mahitala Unpar)

Pemerintah Nepal telah berupaya menanggulangi masalah jumlah pendaki di Selatan. Mulai Desember 2017 Nepal melarang pendaki tuna netra, pendaki solo dan disabilitas cacat kedua kaki. Tiap ekspedisi harus mempekerjakan seorang sherpa dan dilarang menggunakan helikopter untuk menempatkan pendaki di kemah antara diatas kemah induk. Setiap upaya pemecahan rekor harus didaftarkan dulu.

Namun pada musim pendakian Mei 2018 jumlah pendaki dari sisi Selatan masih banyak. Bahkan menurut pengamat Everest dalam blognya Alan Arnette, lebih dari 700orang mencapai puncak pada musim pendakian Mei 2018 ini.

Jumlah besar juga membawa resiko besar. Arnette mengutip pimpinan Global Rescue, Dan Richard yang mengatakan mereka melakukan 66 evakuasi dari kawasan puncak, yakni sekitar dua hingga tiga per hari.  Everest Emergency Respons (Everest ER) menangani 400 pasien yang sebagian besar karena gangguan pernafasan, cedera tulang dan otot (musculosceletal injuries) dan sakit perut. Everest ER juga menyatakan bahwa kali ini lebih banyak kasus frostbite dibandingkan sebelumnya.

Melalui utara menurut Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda  Dwi Lestari (24) summiter Seven Summit putri Indonesia dari Mahitala Universitas Parahyangan jalur sama ekstrem. Namun perjalanan nyaman ujar mereka sebagaimana dilaporkan reporter Tempo Francisca Christy Rosana.

Kemah akhir di sisi utara lebih tinggi dari selatan, dan mereka aklimatisasi satu kali ke ketinggian 7.000m. Turun hingga 4.200m untuk recovery,  dan setelah pemulihan mendaki ke kemah tertinggi yang berada di lebih 8.000m untuk memuncak. (ads/berbagai sumber)

Foto Utama

Kemah 1 di North Col jalur pendakian Everest sisi utara (dok. adventurepeak.com)

Similar Posts