trik mendaki saat hujan

JAKARTA – Musim hujan kembali datang. Setiap hari, hujan turun di mana-mana. Tak hanya di permukiman, tetapi juga di pegunungan bahkan di puncak gunung. Beberapa pengelola tempat pendakian menutup area pendakian karena alasan keselamatan, sementara ada pula yang tetap membuka kawasan pendakian. Sehingga, memilih mendaki saat musim hujan bukanlah suatu hal yang mustahil.

Tak ada yang salah dengan mendaki di musim hujan. Hanya saja, beberapa hal harus lebih diperhatikan. Salah satunya adalah pemahaman terhadap cuaca dan persiapan pendakian. Musim hujan sudah pasti meningkatkan kemungkinan hujan setiap harinya. Dengan memahami hal ini, maka tentu kesiapan menghadapi hujan inilah yang harus diperhitungkan.

Persiapan yang lebih rinci

Hujan turun kapan saja ketika awan sudah menumpuk di udara. Hujan tidak dapat dihindari, sehingga ia harus dihadapi. Mendaki saat kondisi hujan membuat keadaan lebih berat. Jalan akan menjadi lebih licin karena tanah bercampur air, tubuh akan terpapar air terus menerus, dan banyak kemungkinan lain semisal pohon tumbang.

Menghadapi kondisi seperti ini perlu persiapan lebih. Antara lain saat mengemas perlengkapan. Perlengkapan yang jika basah tidak akan berfungsi dengan maksimal harus diperhatikan. Misalnya baju ganti, jaket fleece atau baju hangat, atau kantong tidur (sleeping bag). Masing-masing item tersebut tidak akan berfungsi dengan maksimal jika terkena air sebagian atau seluruhnya. Sehingga, menghadapi musim hujan, persiapan yang dapat dilakukan adalah dengan membungkus masing-masing item tersebut menggunakan kantong kresek. Setelah masing-masing item dibungkus dengan kantong kresek, baru dibungkus lagi dengan kantong kresek yang lebih besar untuk menyatukan item-item tadi. Bungkus lain yang juga kedap air adalah drybag yang sudah mudah didapat.

Melapisi ransel dengan trashbag di bagian dalam juga sangat disarankan. Hal ini untuk mengantisipasi lapisan lilin pada ransel sudah tidak berfungsi secara optimal. Sehingga trashbag adalah pengganti lapisan lilin pada ransel untuk menghindari air yang dapat membasahi barang-barang di dalam ransel. Tambahkan pula barang-barang wajib seperti payung, jas hujan, raincover, topi, dan peralatan untuk menghindari paparan air secara terus menerus.

trik mendaki saat hujan
Plastik kresek, payung, raincover, dan dry bag. Barang-barang esensial yang dibawa, waktu melakukan pendakian, terutama saat musim hujan (berbagai sumber).

Mengukur diri

Pada kenyataannya, seorang pendaki gunung harus bisa mengukur kemampuan dirinya sendiri. Ada kalanya hujan yang terus turun dapat sangat menganggu pendakian. Jika merasa bahwa tubuh tidak dapat terus berjalan saat hujan terus turun, sebaiknya keputusan lain diambil. Misalnya dengan membangun shelter sementara menggunakan flysheet untuk berteduh dari hujan. Sembari menunggu hujan reda, tubuh harus tetap beraktivitas di bawah flysheet. Salah satunya dengan cara memasak minuman hangat untuk menjaga suhu tubuh, selain memakai jaket tentunya.

Mendaki adalah aktivitas untuk mendapatkan kebahagiaan. Maka sudah seharusnya segala pilihan yang diambil akan membimbing pada tujuan itu. Pada akhirnya, mendaki di musim hujan tetaplah sebuah pilihan. Jika tidak mengambil pilihan itu, aktivitas lain masih banyak yang menarik. Jika tetap ingin mengambil pilihan itu, maka mutlak harus menyadari segala konsekuensi dan melakukan persiapan dengan lebih baik. Sebab kesuksesan pendakian tidak selalu terletak pada tercapainya puncak, tetapi terletak pada keselamatan untuk dapat kembali ke rumah. (firman arif)

Similar Posts