Oleh: Hayatdin

TEMBAGAPURA – Bagi kalangan pendaki untuk melengkapi Seven Summit Indonesia  salah satunya adalah gunung Carstensz Pyramid (4.448m) di Papua. Seven Summit Indonesia adalah Rinjani di Sumbawa 3.726 m dpl, Kerinci Seblat di Sumatra 3.805m, Bukit Raya di Kalimantan 2.278 m, Binaya di Maluku, Semeru di Jawa 3.676m, dan  Rantemario Latimojong 3.478 m dpl.

Setiap pendaki Indonesia mengimpikan sampai ke puncak Carstensz Pyramid. Ini tertinggi di Indonesia, tertinggi di Oceania. Carstensz Pyramid selain Seven Summit Indonesia sekaligus salah satu dari tujuh puncak dunia.

Carstenzs
Perjalanan ke basecamp Danau-danau melalui Danau Tiga menuju Pintu Angin (Foto koleksi Hayatdin)

Jalur melalui kawasan PT Freeport Indonesia walau terdekat harus melalui perizinan pihak-pihak terkait dan memakan waktu berbulan-bulan, termasuk dari perusahaan tambang tersebut. Begitu pun bagi kami yang bekerja di sana. Kami sangat beruntung bisa diijnkan, setelah melalui prosedur standar safety dan kesehatan kami bisa melalui jalur ini.

Boleh dikata jalur ini jalur shortcut. Jika dibanding jalur melalui desa Ugimba atau Sugapa yang memakan waktu berhari-hari . Melalui jalur perusahaan tambang ini hanya beberapa jam saja untuk sampai ke base camp.

Base camp di ketinggian 4.200meter adalah area yang di kelilingi danau berwarna biru berair asam.

Udara dingin serta hujan membuat kami tidak berani untuk keluar tenda. Akhirnya di hari ke tiga kami bersiap-siap untuk mendaki.  Jam 03.00 wit kami dibangunkan oleh ketua tim untuk sarapan. Nasi hangat dengan sarden serta teh manis kami makan dengan lahap. Sarapan pagi ini sangat penting karena nanti tidak akan menemukan nasi lagi. Termos kami isi penuh dengan teh manis panas dan kami masuk dalam daypack.

Selesai sarapan kami mempersiapkan alat-alat pendakian yang akan kami gunakan, carabiner, ascender, descender dan harness kami susun rapi dalam daypack bersama roti dan coklat bekal kami.

Carstenzs
Base camp (4000meter) tempat mempersiapkan diri sebelum mendaki ke Carstensz Pyramid 4.884m, Nggapulu atau Puncak Soekarno 4.700m dan Carstensz Timur puncak salju abadi.
(Foto koleksi Hayatdin)

Tanjakan pertama telah kami lalui dan jam telah menunjukan pukuk 04.00 sementara kami harus sampai di bibir tebing Carstenzs Pyramid sekitar jam 05.00. Akhirnya sampai di bibir tebing itu. Kami menyempatkan sholat subuh bergantian karena tempat yang kami pakai hanya cukup dua orang.

Harness dan peralatan pendakian kami pasang di pinggang dan kami masing-masing saling mengecek jika ada kekurangan atau salah pasang sebab jika sudah naik kami harus bekerja sendiri-sendiri dengan peralatannya.

Waktu sudah menunjukan pukul 07.15 ketika tim pertama sudah menyelesaikan tali pertama dan matahari sudah terasa terik. Tim kedua menyusul menyusuri tali selangkah demi selangkah kemudian diantara kami ada yang berteriak “rock” berarti ada batu jatuh yang harus kami waspadai.

Carstenzs
Route menuju puncak 4800 m dpl

Tali kernmantle diameter 10 mm kami lalui satu persatu dengan bertumpu pada kaki sementara tangan kami bergerak memegang batuan tajam disisi kanan dan kiri. Sarung tangan yang kami pakai sudah mulai terkoyak akibat batuan tajam tadi. Jam 09.30 kami menapakkan kaki di ridge.  Dengan lebar dua meter dan panjang 50 meter tempat ini begitu menarik karena diwaktu kondisi cuaca cerah akan terlihat sekliling panorama indah menakjudkan

Carstenzs
Puncak Carstensz Pyramid impian para pendaki (Foto koleksi Hayatdin)

Dari sini dua jam perjalanan akan kami tempuh untuk sampai di puncak 4.884meter. Sepanjang perjalanan ke puncak salju mulai turun dengan derasnya menyirami tubuh-tubuh kami.

Puncak yang kami idamkan mulai terlihat – sedikit meggunakan teknik panjat tebing kami sampai di Puncak Carstensz Pyramid. Idaman pendaki dunia telah kami raih. Dan kami kibarkan bendera Merah Putih bertepatan dengan waktu sholat Dzuhur. Tepat pukul 14.00 kami bersiap untuk turun dan saljupun berguguran dengan derasnya menerpa kami.

Similar Posts