Berikut adalah penuturan pegiat alam setengah abad. Rute pendakian Taman Nasional menjadi ajang berlatih sekaligus menularkan kegembiraan mendaki kepada teman-teman. Tulisan terbagi dalam tiga bagian.

Bagian ketiga (terakhir) tulisan mengenai berlatih kebugaran di gunung

Menyeberang Uap Panas

CIBODAS – Untuk menuju pos peristirahatan Air Panas, kami harus menyeberangi jalur air panas yang mengalir dengan uapnya yang agak menghalangi pandangan, dengan pijakan pada batu-batu yang agak licin, dengan dinding tebing bebatuan disisi kiri dan jurang disisi kanannya. Air panas ini merupakan air belerang yang bersumber dari kawah aktif gunung Gede.

Berlatih_Kebugaran_uap_panasDi pos Air Panas ini jam sudah menunjukkan hampir pukul 14.00, dan kami segera menggelar makanan siap saji yang kami bawa dari rumah, antara lain nasi merah, rendang, sambal goreng ikan teri, ditemani dengan teh dan kopi panas, serta diiringi alunan musik koleksi lagu lagu dari album “The Masterpiece of Rinto Harahap” di telpon pintar dengan bluetooth speaker.

Ini suatu kenikmatan yang tiada taranya, melepas kehirukpikukan dan stres pekerjaan di Jakarta dan berada di ketinggian 2170 meter dengan suhu udara yang cukup dingin berkabut, yang kesemua ini membuat kami, istilah kaum muda atau anak-anak kami saat ini, “Pewe” atau Posisi Wuenak.

Kami tidak dapat berlama-lama di Air Panas ini karena harus segera turun kembali agar dapat tiba di Cibodas sebelum magrib. Nampaknya cuaca cerah hanya bersahabat hingga sore hari, karena awan sudah terlihat cukup gelap yang sewaktu-waktu bisa menjatuhkan hujannya. Dan ternyata dugaan kami benar.

Setelah turun mencapai Pos Panyangcangan, hujan turun cukup lebat dan jalur trek-nya nampak semakin gelap. Kami akhirnya mencapai kembali di Cibodas hampir pukul 7 malam, langsung ganti baju yang kering dan segera mencari santap malam yang berkuah panas, sop dan sate kambing Sawargi di Cimacan.

Bagi kami yang berumur 50an tahun, naik gunung tantangannya adalah napas dan stamina/endurance, sedangkan turun gunung tantangannya adalah meminimalkan cedera lutut. Gina, dengan sport gadget yang dia pakai di pergelangan tangannya, ternyata dapat menghitung jumlah kalori yang terbakar selama perjalanan hiking ke Air Panas tadi. Dan ternyata berdasarkan hitungan gadget tersebut, kami telah membakar sejumlah 3.500kalori dalam waktu kurang lebih 7 jam perjalanan naik dan turun. Dengan makan sop dan sate kambing, net-nya masih untunglah! (radjani panjaitan)

Similar Posts