CIBODAS – Aktivitas lari kian populer. Aspal di setiap sudut kota tidak pernah sepi pelari pada akhir pekan. Akibatnya pelari membutuhkan tempat lain. Sementara mendaki gunung tidak kalah naik daun. Dari anak muda hingga pekerja lanjut usia berlomba pergi bertualang. Maka timbul ide menggabungkan dua kegiatan sedang populer.

Trail Running, begitu orang sering menyebutnya. Kata yang lebih tepat sebenarnya Mountain Running. Sebab sejatinya ini adalah perjalanan naik gunung ditambah berlari. Salah satu tempat yang tepat melakukan aktivitas ini adalah Taman Nasional Gede-Pangrango.

Tidak kurang ada empat kegiatan lomba Mountain Running diadakan di Gede-Pangrango selama setahun. Berlari di Gunung Gede sudah jadi semacam kebutuhan. Ada keuntungan memang. Waktu lebih singkat, udara segar dan olah tubuh juga didapat.

Gunung Gede

Melompat Batu

Keunikan lari di Gunung Gede adalah trek berbatunya. Sepanjang pintu masuk hingga Pos Kandang Badak jalan berbatu disusun rapi. Para atlet lari menganggap ini sebagai penambah kesulitan berlari. Patut waspada saat sedang atau selesai turun hujan. Permukaan batu yang licin jadi hambatan.

Keunikan lain melakukan Mountain Running di Gunung Gede adalah banyaknya pengunjung. Jalur Cibodas menuju Gunung Gede ada wisata air terjun Cibereum dan air panas. Pelari akan sering berpapasan atau menyusul pengunjung. Ada yang duduk menghela nafas istirahat di pinggir trek  atau sedang makan mengisi tenaga.

Bagi pelari, ini memunculkan pertanyaan, “Kita saja yang berlari bisa kuat, mengapa mereka yang jalan tidak bisa?” Pertanyaan itu harus dilihat sebagai upaya penyemangat untuk melakukan perjalanan menuju wisata air terjun atau air panas.

Pemandangan beda lain tentu pendaki dengan ransel berat di punggungnya. Kebalikan dari pelari yang hanya bawa air dan cemilan.

Meringkas Waktu

Jadilah Mountain Running di Gunung Gede mirip seperti kawanan tupai yang melompat-lompat dari ranting ke ranting. Bedanya, kita melompat batu demi batu dengan kecepatan lebih dari pejalan lain demi meringkas waktu. Pilihan perjalanan ini patut dicoba.

Mountain Running tidak berarti lari terus. Pelari dapat menentukan sendiri kapan harus istirahat dan mengisi tenaga, atau bahkan berjalan. Batasan diri tetap harus diketahui. Berhenti ketika lelah, minum ketika haus, dan berjalan jika perlu mengatur tenaga. Tujuan Mountain Running adalah kesehatan dan kesenangan dengan cara lain.  (firman arif)

Similar Posts