pemetaan sungai

JAKARTA – Arung jeram adalah olahraga paling bahaya kedua setelah olahraga dirgantara seperti paralayang. Bukan kejutan, alasan utama mengapa olahraga ini berbahaya adalah tinggi muka air sungai yang sewaktu-waktu dapat berubah. Tinggi muka air yang berubah-ubah mengakibatkan arus utama dan lain-lain secara otomatis berubah. Hal itu berarti pula manuver perahu perlu berubah, titik back up juga berubah, dan banyak perubahan lain.

Survei darat adalah salah satu teknik untuk menekan perubahan itu. Survei dilakukan dengan tujuan untuk melihat secara langsung bentukan sungai dan jeram serta hal lain seperti keberadaan batu-batu yang timbul, batu yang tenggelam dan mempengaruhi arus (pillow), penghalang seperti ranting pohon atau sampah (stainer), arah arus utama (mainstream), arus tenang (eddie), titik back up, dan bentukan detail lain. Selain bentukan secara detail, survey bertujuan untuk menentukan arus sungai berbuih mana yang menjadi prioritas dalam pengarungan. Artinya mana yang patut mendapat kewaspadaan lebih ataupun yang memerlukan hal lain semisal portaging atau mengangkat perahu karena alasan teknis, serta menentukan tingkat kesulitan jeram. Yang paling penting dari survei darat ini adalah bertujuan untuk membuat perencanaan yang disesuaikan dengan tantangan yang ada. Termasuk perbekalan dan peralatan tambahan yang dibutuhkan.

Bagi surveyor yang hendak melakukan survei darat arung jeram harus dilengkapi dengan peta berskala kecil, minimal 1:25.000 untuk mendapatkan hasil yang detail. Selain itu, alat tulis lengkap juga tidak boleh dilupakan. Kertas kalkir yang biasanya dipakai untuk menggambar dapat menjadi jawaban atas kekhawatiran akan basah terkena air. Kertas ini tetap dapat digunakan sekalipun terkena air. Guna mempermudah kegiatan survei, peralatan dokumentasi sangat disarankan dibawa. Setiap jeram dapat diambil sejumlah gambar dan video untuk membantu visualisasi jeram jika gambar tangan kurang membantu.

pemetaan sungai
Melakukan survei sungai yang akan diarungi salah satunya dengan melakukan pemetaan jeram. (dokumentasi Mapala UI)

Melakukan survei darat sebelum pengarungan dapat dilakukan dengan cara berjalan menyusuri pinggiran sungai. Untuk menghemat tenaga, dapat dibagi beberapa tim sesuai kesepakatan. Setelah sampai di pinggir setiap jeram, surveyor mencatat dan menggambar setiap detail yang ada di sungai. Pencatatan dilakukan dengan menggunakan simbol-smbol seperti (→) untuk menandakan arah arus utama sungai. Di zaman digital ini, pekerjaan survei dapat lebih mudah karena dapat menggunakan kamera atau peralatan sejenis. Tinggal jepret beberapa kali atau membuat video berdurasi sekitar 10 hingga 15 detik.

Salah satu ouput yang didapat dari kegiatan pra-pengarungan ini adalah peta jeram yang telah digambar selama survei. Selain itu foto dan video juga dapat diperoleh guna memudahkan visualisasi jeram. Serta bendera berbeda warna sesuai prioritas yang telah ditentukan. Pertimbangan dalam menentukan warna bendera adalah berdasarkan tingkat kesulitan Jeram. Biasanya, warna bendera adalah hijau, kuning, dan merah. Hijau berarti awak perahu dapat mengamati jeram dari perahu dan dapat langsung dilewati. Sementara kuning berarti awak perahu harus turun dan berdiskusi bersama-sama menentukan manuver dan hal yang diperlukan. Dan merah berarti jeram sangat berbahaya. Awak perahu harus turun dan harus menentukan apakah akan melewati dengan perahu karet atau harus lewat darat sembari mengangkat perahu dan peralatan lain. Artinya, jeram tidak mungkin dilewati karena secara teknis terlalu berbahaya atau unrunable.

Persiapan pra-pengarungan seperti ini sangat penting dilakukan untuk menekan resiko kecelakaan. Terutama untuk sungai yang belum pernah diarungi dengan perahu karet. Jika timbul pertanyaan bagaimana dengan wisata arung jeram yang selama ini dikenal sangat asyik, tidak perlu khawatir, operator arung jeram sudah pasti pernah melewati tahapan ini. Jika ragu, boleh bertanya perihal persiapan ini kepada operator yang bersangkutan. Demi kenyamanan dan keselamatan. Sebab dalam setiap perjalanan, keselamatan diri adalah yang utama. (Firman Arif)

Foto utama: Pengarungan Sungai Lariang. (dokumentasi Mapala UI)

Similar Posts