kejurnas arung jeram 2017

JAKARTA – Kejuaraan Nasional Federasi Arung Jeram Indonesia saat ini berlangsung di Sungai Progo, Magelang. Tuan rumah  Kejurnas FAJI, begitu singkatnya, adalah Daerah Istimewa Yogjakarta. Berawal dari 26 Januari lalu hingga Senin 30 Januari yang memperlombakan Down River Race  (DRR) dan upacara penutupan. Sampai hari kedua lomba Jabar unggul dengan lima medali emas, disusul Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jaya) dengan tiga emas.  Pada nomer bergengsi, Slalom, disumbangkan oleh tim Master Putri.

Perlombaan sendiri dimulai pada Sabtu, 28 Januari, dengan urutan lazim pada kejuaraan arung jeram, Sprint, dilanjutkan Head to Head (H2H), Slalom dan hari terakhir DRR. Dua hari sebelum pembukaan dan lomba pertama, dilangsungkan lokakarya juri dan latihan resmi peserta.

Kejuaraan berlangsung di Sungai Progo, Desa Sendang Sari, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, DIY.  Pada hari pertama, juara dunia arung jeram dan peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 kelas U-19 (di bawah 19 tahun) putri dari Jawa Barat berhasil membuktikan reputasi mereka. Di final nomor Sprint dan H2H (satu lawan satu), dibawah pelatih Aceng Supendi dan Rahmat Wahyudin Saleh itu menyingkirkan lawan  mereka meraih emas pertama.

Hasil hari pertama untuk Sprint Putri Kelas Terbuka : 1. DIYogyakarta, 2. Sumatera Barat, 3. DKI Jaya Sedangkan pada Kelas Junior   emas diraih Jawa Barat, perak Sumatera Selatan, dan perunggu Sumatera Utara.

Pada kategori Putra Terbuka emas diraih DKI Jaya, perak  Banten, dan perunggu Sumatera Sealatan. Pada kelas Junior   emas . Kalimantan Timur , perak Jawa Barat, dan perunggu Sumatera Selatan.

Sementara pada disiplin H2H Putri Terbuka emas diperoleh tuan rumah DIYogyakarta   perak Sumatera Barat, dan perunggu DKI Jaya. Pada kelas Junior, emas diraih Jawa Barat, perak Sumatera Selatan, dan perunggu Sumatera Utara.

Untuk kategori Putra Terbuka kembali emas diraih DKI Jaya, perak Banten, perunggu Kalimantan Utara. Kelas Junior  putra emas diraih Jawa Barat, perak Kalimantan Timur, dan perunggu oleh tuan rumah DIY.

Peraihan Medali Emas Pada Hari Pertama:

  • Jawa Barat: 3
  • DKI Jaya: 2
  • DIYogyakarta: 2
  • Kalimantan Timur: 1
kejurnas arung jeram 2017
Tim putri peraih juara slalom berfoto bersama. Pada deretan belakang adalah Tim Master Putri DKI yang berhasil meraih medali Perak. Dari kiri ke kanan baris belakang: Sarah Harmaoun, Miranda Wiemar, Tense Manalu, Ami Kadarhutami, Veronica Moeliono, Amalia Yunita, dan Diah Bisono. (dok Miranda Wiemar)

Perempuan Tangguh

Lomba Slalom dinilai bergengsi karena membuktikan kekuatan dan keterampilan pendayung beregu enam peserta dalam melewati gawang tanpa menyentuh. Gawang merah dilalui dari hilir, sementara gawang hijau dari hulu. Kekompakan tim dalam mengarahkan perahu serta kegesitan para pendayung menghindar tiang tergantung di arus deras menentukan kecepatan mereka menyelesaikan rute dan keberhasilan meraih medali.

Pada lomba ini regu Jawa Barat putra dan putri menguasai Kelas Junior dengan memborong kedua medali emas.  Pada kelas terbuka kategori putri, tim Master DKI Jaya, tampil meraih medali perak. “Nggak nyangka umur segini masih di podium,” begitu komentar Diah Bisono (51) kepada Outdoor Cafe Indonesia melalui pesan singkat. Tim Master adalah pedayung dengan usia diatas 40 tahun. Enam pedayung  dalam tim Master Putri DKI Jaya terdiri dari Amalia Yunita yang juga Ketua Harian PB FAJI, Ami Kadarhutami, Miranda Wiemar, Sarah Harmaoun, Tense Manalu, dan Veronica Moeliono. Di bangku cadangan Inge Sianturi tidak bisa tampil karena dirawat di rumah sakit terserang diduga DBD (Demam Berdarah Dengue).

Para juara di Kejurnas FAJI 2017 dari 28 regu peserta ini akan mewakili Indonesia untuk Kejuaraan Dunia R6 (enam pedayung) di Jepang pada  3-9 Oktober mendatang. Sungai Progo memiliki tingkat kesulitan tinggi yakni, 4 hingga 5. Tingkat kesulitan yang tertinggi adalah 6 yang disebut unrunable atau tidak bisa diarungi untuk perahu karet. Tingginya kesulitan di Progo memberikan kesempatan baik bagi kesertaan Indonesia di Sungai Yoshino, Jepang untuk World Rafting Championship 2017.

Peraihan Medali Emas Hingga Hari Kedua:

  • Jawa Barat: 5
  • DKI Jaya: 3
  • DIYogyakarta: 3
  • Kalimantan Timur: 1

Hasil hari ini dalam lomba DRR akan menentukan juara umum. Kemungkinan besar Jabar tetap berjaya karena keunggulan dua emas sulit dikejar oleh provinsi lainnya.  (ads/berbagai sumber)

Foto utama: Tim Master Putri DKI Jaya saat lomba kecepatan pada hari pertama pertandingan. Tim pedayung perempuan diatas 40 tahun ini dengan setengahnya sudah mencapai 50tahun berhasil meraih perak untuk nomer bergengsi Slalom pada hari kedua, Minggu (29/1). (dokumentasi Ita Budhi)

Similar Posts