Resiko dalam bergiat di alam bebas selalu mengintai dan menyerang siapa saja yang lengah dan tanpa persiapan. Olahraga Arung Jeram  memadukan adrenalin yang tinggi dengan sensasi petualangan yang menyenangkan. Pengetahuan mengenai medan yang akan dilalui perlu diperhatikan agar resiko  terukur dan usaha preventif dapat dilakukan. Pengenalan medan sungai dimulai dari kategori sungai yang terbagi beberapa grade atau tingkat kesulitan.

Pembagian grade di bagi menjadi Western Scale dan International Scale. Western Scale adalah skala jeram 1-10 yang berkembang serta digunakan di Amerika Serikat, yakni membagi jeram dari skala 1 dengan kriteria jeram yang sangat mudah untuk dilewati serta hampir tidak mungkin terjadinya kecelakaan, hingga skala 10 untuk kriteria sungai yang tidak mungkin dilewati. International scale adalah skala 1-6 yang digunakan di dunia internasional. Skala 1 untuk jeram yang sangat mudah dilewati dan tidak mungkin mencelakakan, hingga skala 6 untuk yang tidak mungkin dilewati. Penilaian mengenai grade bersifat subjektif. kondisi sungai yang berubah dengan cepat membuat penilaian jeram pada sungai tidak baku.

  1. Grade 1

Air yang bergerak cepat dan ombak kecil. Sedikit penghalang atau hambatan , semua jelas dan mudah dilewatkan meski tanpa latihan khusus sebelumnya. Resiko cedera terhadap perenang sedikit dan penyelamatan diri mudah dilakukan.

  1. Grade 2

Bentukan jeram lebar dengan batuan dan ombak jeram yang tidak terlalu besar. Bebatuan banyak muncul ke permukaan namun masih mudah dilewati. Diperlukan adanya pendayung terlatih untuk melakukan manuver-manuver tertentu. Jeram dengan kategori kesulitan di atas grade 2 namun belum sampai pada titik grade 3, disebut sebagai grade II+.

  1. Grade 3

    Sungai Cicatih, Sukabumi, contoh sungai dengan grade 3 (dok. Aisha)

Aliran air memiliki arus cukup deras dan tidak teratur. Hambatannya sulit dihindari dan diperlukan manuver kompleks dalam gerakan yang cepat. Banyak terdapat bagian sempit . Di beberapa titik terdapat jeram yang besar, namun masih mudah dihindari. Terdapat pusaran yang kuat terutama pada sungai bervolume besar. Disarankan melibatkan pihak yang berpengalaman. Penyelamatan diri mudah. Jeram dengan kategori dibawah atau diatas yang telah disebutkan,dibagi menjadi Kelas III- atau Kelas III +.

  1. Grade 4

Jeram yang intens dan kuat adalah ciri utamanya. Arus air cukup besar sehingga tidak ada toleransi untuk kesalahan manuver. Diperlukan ketangkasan dalam manuver perahu sehingga tidak terjebak di jeram yang besar. Diperlukan Teknik scouting (pengintaian) dari jauh sebelum bertemu jeram. Hal ini bisa dilakukan di eddy atau saat istirahat. Risiko cedera pada perenang tinggi dan kondisi air dapat membuat penyelamatan diri menjadi sulit. Jeram yang berada di bawah atau atas dari kisaran kriteria ini masing-masing diberi Kelas IV- atau Kelas IV +.

  1. Grade 5

Jeram Panjang yang besar dan suara yang keras menjadi pemandangan di sungai grade 5. Arusnya yang tidak beraturan, panjang dengan debit air yang tinggi, terkadang untuk skenario penyelamatan di jeram ini cukup sulit. Untuk melewati jeram ini dibutuhkan peralatan yang layak, pengalaman, fisik yang sehat dan skill yang cukup tinggi. Diperlukan scouting untuk melihat kondisi tiap beberapa titik sesuai yang telah ditentukan.

  1. Grade 6

Jeram dengan grade tertinggi ini tidak diperuntukkan dilewati. Memiliki tingkat bahaya yang tinggi dan kondisi yang sangat ekstrim. Jeram kelas 6 adalah jeram yang hampir tidak mungkin dilewati perahu karet dengan awak yang tetap selamat di atas perahu. Pada jeram kelas tersebut resiko yang dapat diterima terlalu tinggi, dan skenario rescue sangat tidak mungkin. Tetapi pada jeram- jeram kelas V yang telah berhasil dilewati oleh pengarung, dan grade jeram tersebut turun menjadi jeram kelas IV.(sho)

foto utama : Sungai Cicatih dengan kondisi air yang naik dari keadaan normal (dok. tim Arung Jeram Mapala UI)

Similar Posts