Untuk menuju Sungai Lariang, Anda dapat menggunakan sarana transportasi darat maupun udara. Untuk menghemat waktu dan tenaga, disarankan menggunakan angkutan udara, lalu dilanjutkan dengan menyewa angkutan darat.

peta lariang

 

Transportasi

Lariang Ada dua alternatif rute penerbangan menuju Sungai Lariang: Lewat Palu atau Poso,
Jika berangkat dari Ibukota, rute terbaiknya adalah menggunakan penerbangan ke Poso. Untuk masing-masing kota tujuan, tersedia penerbangan dari maskapai Lion Air, Sriwijaya, dan Garuda Indonesia.
Jakarta – Palu 2,5 jam
lariang Jika Anda tiba di Palu lebih dulu, perjalanan via darat akan dilanjutkan ke Poso, lalu Desa Gintu, desa entry pengarungan Sungai Lariang. Disarankan menyewa kendaraan dengan ground clearance tinggi, karena jalan menuju Gintu masih berupa tanah berpasir dan berbatu.

Palu – Poso 6 jam

Poso – Desa Gintu 8 jam

 

Penginapan & Kuliner

Menuju Lariang Di Desa Gintu belum tersedia penginapan khusus untuk  wisatawan. Alternatifnya, Anda bisa menginap di rumah penduduk setempat.
lariang Ada beberapa warung kecil yang menjual makanan yang sudah masak di Bomba, desa sebelum Gintu. Belum ada minimarket atau pasar lokal yang buka setiap hari. Disarankan untuk berbelanja di minimarket yang ada di Kota Poso atau Tentena.

 

Peralatan dan Perlengkapan

Untuk mengarungi Sungai Lariang dibutuhkan waktu lebih kurang empat hingga enam hari. Peralatan yang dibutuhkan antara lain:

  • Dua perahu karet. 1 perahu dapat diisi 6-8 orang awak.
  • Dayung (sejumlah awak kapal)
  • Pelampung berbahan busa dengan bantalan untuk kepala di bagian belakang atas pelampung (sejumlah awak kapal)
  • Helm khusus arung jeram (sejumlah awak kapal)
  • Throw rope
  • Dry bag
  • Pompa
  • Pakaian dry-fit dan ganti
  • Bahan makanan dan alat masak (disesuaikan dengan total awak perahu, waktu pengarungan, dan spare time)

Usahakan membawa alat cadangan dan alat penambal perahu untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. (uli)

 

Similar Posts