everest

JAKARTA – Bergiat di ketinggian selalu punya resiko. Salah satunya yang paling sering terjadi adalah Acute Mountain Sickness (AMS). AMS biasanya menyerang pendaki di ketinggian lebih dari 2.500meter. Ketidakmampuan tubuh untuk beradaptasi dengan kondisi alam di pegunungan yang minim oksigen dan tekanan udara rendah adalah penyebab utamanya.

AMS seringkali dikatakan sebagai altitude sickness kelas menengah. Karena bisa jadi munculnya AMS adalah gejala dari penyakit ketinggian yang lebih serius seperti HACE (High-altitute Cerebral Edema) dan HAPE (High-altitute Pulmonary Edema).

Gejala AMS sendiri biasanya muncul setelah enam sampai 12 jam berada di ketinggian.  Diawali dengan sakit kepala, gejala AMS lainnya juga bisa muncul. Mulai dari yang ringan seperti kelelahan dan kurang nafsu makan, hingga yang berat seperti sesak napas, muntah, gangguan penglihatan, hingga pingsan.

AMS bisa diatasi dengan istirahat sejenak dan mengkonsumsi cukup cairan. Gejala AMS akan hilang dalam kurun waktu satu sampai tiga hari, bergantung pada kecepatan pemulihan tubuh. Beberapa obat-obat penghilang rasa nyeri seperti Paracetamol dapat dikonsumsi untuk membantu pemulihan.  Obat lainnya seperti Dexamethasone dan Acetazolamide juga bisa dikonsumsi. Namun, tidak disarankan menggunakan obat dalam jangka waktu panjang atau berhari-hari sejak gejala AMS terjadi. Solusi terbaik jika AMS belum juga teratasi adalah kembali ke tempat yang lebih rendah.

Selain melakukan tindakan yang sifatnya kuratif, pendaki bisa mendiagnosis kemungkinan terjadinya AMS saat mendaki dengan menggunakan Lake Louise Score (LLS). LLS adalah sistem penilaian untuk mendiagnosis AMS yang dapat dilakukan sendiri (self-report). Sama halnya seperti mengisi kuisioner, ada poin-poin yang diberikan untuk setiap kriteria yang tertera di lembar LLS. Jika total score LLS yang didapat sama dengan atau lebih dari 3, maka ada kemungkinan tejangkit AMS.

acute mountain sickness
Lembar Lake Louise Score.

Selain memanfaatkan LLS, terjadinya AMS juga bisa dicegah dengan aklimatisasi atau mengenalkan tubuh dengan medan secara perlahan, misalnya dengan berhenti sejenak di setiap ketinggian 600meter. Selain itu menjaga pola makan serta mengonsumsi suplemen, terutama yang mengandung zat besi juga dapat membantu mencegah terjadinya AMS. Dan tentunya menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik. (uli/ berbagai sumber)

Similar Posts