pendakian gunung semeru dibuka kembali

Berita mengenai hilangnya pendaki di Gunung Semeru (3.676 m) belum juga habis. Baru saja pada Mei lalu, dua orang pendaki asal Cirebon dinyatakan hilang. Yang mengejutkan dari kasus Mei lalu adalah survivor sempat dapat sinyal handphone dan mengabarkan bahwa dia sedang tersesat. Hal ini sesungguhnya patut disyukuri, karena merupakan hal yang mempermudah pencarian dan memperbesar peluang penyelamatan.

Sinyal handphone adalah elemen penting di dalam komunikasi nirkabel hari ini. Kabar baiknya, sinyal handphone juga dapat digunakan untuk mencari lokasi pengirim pesan. Dalam kasus survivor Semeru, jika dia bisa mengirim pesan melalui handphone, seharusnya dapat lebih mudah ditemukan posisinya.

Caranya adalah dengan memanfaatkan BTS (Base Transceiver Stasion) atau yang sering disebut dengan stasiun pemancar. Penerima pesan dapat mendatangi operator telepon seluler yang digunakan oleh pengirim pesan (dalam hal ini survivor) dan meminta BTS terdekat untuk melacak posisi atau koordinat asal pengirim pesan. Hasilnya akan berupa range atau jangkauan, yakni area asal pengirim.

Jika hal ini sudah dimanfaatkan, maka paling tidak daerah yang menjadi MPP (Most Probability Position) dapat dipersempit dan pencarian dapat dipermudah. Pengirim pesan maupun penerima pesan (dalam hal ini kerabat) harus paham ini. Komunikasi adalah hal penting di dalam segala jenis kegiatan alam bebas. Tujuannya untuk dapat saling membantu dan mengingatkan satu sama lain.

Cara lain yang juga membantu adalah dengan menyimpan kontak Basecamp pendakian. Sehingga saat terjadi kondisi darurat dan sinyal HP didapatkan, langsung menghubungi basecamp. Cara lain yang tentu sangat membantu adalah dengan membawa serta mempelajari peta lokasi kegiatan pendakian. (fir)

Similar Posts