Sauraha – Di Nepal tidak hanya gunung tinggi jadi atraksi. Chitwan National Park mewakili kawasan terai. Peralihan dari dataran ke pegunungan tinggi. Kawasan terai selain jadi lahan pertanian datar juga menyimpan hutan tropis. Di dalamnya badak dan gajah berkeliaran.

Salah satu pintu masuk Chitwan National Park adalah Sauhara. Terletak di dekat kota padat Bharatphur.Jalan aspal yang dulu bagus menghubungkan India melalui Bharatphur ke ibukota Nepal Kathmandu.Jalan yang sekarang rusak parah dan sedang diperbaiki karena gempa besar yang melantakan Nepal pada 2015. Walau arteri transportasi darat ini sedang tersumbat, jumlah truk yang lewat di tepi jurangmasih beriringan dalam jumlah yang banyak.

 

Pagi hari masih berkabut wisata safari gajah di Chitwan National Park sudah beraksi. Dalam jadwal bisa belasan gajah dengan empat wisatawan diberangkatkan. Jalur penjelajahan mereka berbeda-beda, tiap jalur diisi dua gajah yang berdekatan sebagai bagian prosedur keamanan. (adiseno)

Hampir seharian jalan, dari pagi meninggalkan Kathmandu baru petang tiba di Sauhara. Jika jalan mulus sebelum tahun 2015, waktu tempuh hanya empat sampai enam jam saja. Tengah hari bisa tiba. Walau sudah petang, Sauhara terang penuh dengan layanan wisata restoran, toko cendera mata, penginapan dan toko kelontong. Malam hari ada beberapa cultural house, rumah pertunjukan Kesenian menampilkan budaya lokal, tarian masyarakat Tharu . Tarian menggunakan tongkat, penghalusan latihan perang suku Tharu.

Suku Tharu dikeluarkan paksa dari kawasan Chitwan saat ditetapkan jadi kawasan konservasi. Chitwan menjadi taman nasional tertua di Nepal ketika didirikan pada 1973. Berawal dari luas 2.600km2 pada kitaran 1950an kini kawasan konservasi itu hanya 932km2. Dari perkiraan 800an badak tinggal puluhan saja tersisa ketika dilestarikan hingga dibentuk pasukan khusus berkekuatan 130personil untuk melindungi badak Chitwan.

Pagi buta, banyak pilihan petualangan di Sauhara. Ikut trekking ke hutan, safari dengan jip, menunggang gajah. Chitwan dikenal karena badak cula satu khas Asia, dan juga kalau beruntung sekali macan pohon serta si loreng, harimau Bengal. Mengikuti safari gajah, ada kesempatan melihat badak, biayanya 4.000rupee atau kisaran Rp500ribu. Kalau berharap ketemu harimau, harap harimau nya buta, karena berkendaraan gajah tidak ada terali pembatas.

Pantas saja, di Sauhara sepanjang jalan utama terdapat dua patung besar Gajah dan Badak. Mudah menemui keduanya.(adiseno)

Sabtu 2 Desember 2017, wisatawan safari gajah Chitwan National Park mendapat kesempatan berpapasan dengan badak bercula satu yang sedang makan. (adiseno)

 

 

Similar Posts