SAR pendaki Swiss di Semeru berhenti

JAKARTA – Ditutup untuk umum sejak akhir bulan Desember, ada banyak hal yang berbeda di Gunung Semeru. Baru-baru ini, petugas Taman Nasional, relawan Saverindo, Tumpangcamp, dan beberapa portir melakukan perjalanan peninjauan jalur di gunung tersebut. Hasilnya, ada beberapa hal baru serta perubahan yang terjadi secara alami.

Hal baru yang pertama adalah keberadaan jembatan berbahan kayu di sekitaran Watu Rejeng. Bagi yang sudah pernah mendaki Semeru pasti familiar dengan tempat yang di sisi kanannya berupa tebing tinggi terjal serta sisi kiri sebuah jurang dalam. Kawasan ini menjadi dikenal karena sering longsor. Akibatnya pendaki harus antre, membuat mereka sedikit lebih lama untuk memperhatikan sekitar.

Jembatan itu tepat berada di sisi yang biasa longsor untuk membuat perjalanan lebih aman. Kini, pengerjaannya tinggal memasuki tahap akhir. Pekerja yang mengerjakan jembatan ini merupakan warga sekitar Ranu Pani yang rela tinggal sementara di dekatnya menggunakan terpal sederhana. Mereka tinggal di sana hingga jembatan selesai. Tak hanya ada jembatan baru, jembatan lama pun kini telah direnovasi.

ranu kumbolo
Air di Ranu Kumbolo yang semakin dekkat dengan Pos Pendakian. (instagram.com/saverindo)

Sementara itu perubahan alami yang paling kentara adalah air di Ranu Kumbolo yang meningkat volumenya. Jika sebelumnya di pinggiran danau Ranu Kumbolo dapat ditemui batang pohon tumbang yang biasanya digunakan untuk tempat berfoto, kini kayu-kayu itu sudah tidak tampak lagi. Pembatas untuk mendirikan kemah pun sudah tenggelam karena volume air yang naik. Kini, air seperti naik lebih ke atas mendekati shelter. Bahkan hanya berjarak sepuluh langkah dari shelter.

Penutupan sejumlah gunung seperti Gunung Semeru memang memiliki tujuan untuk memulihkan ekosistem. Memberi waktu bagi alam menyembuhkan dirinya sendiri, membiarkan alam tak diganggu oleh manusia. Lebih dari itu, bagi pengelola, menutup jalur pendakian adalah saat yang tepat untuk meninjau kembali, melakukan perbaikan, dan meningkatkan pelayanan saat jalur pendakian kembali dibuka. (fir/ instagram @saverindo)

Similar Posts