JAKARTA – Jika melihat baliho besar perusahaan telekomunikasi dikisaran Jakarta terlihat pria berhelm yang siap terjun menanggulangi bencana. Dia lah Saleh Sudrajat, anggota Wanadri dan pilot Trike. Saleh Sudrajat sewindu lalu mencatat prestasi terbang solo dengan ultra light Machines dari Sabang sampai Merauke.

Saleh Sudrajat pada kalangan Wanadri dipanggil kang Usol singkatan dari Ujang Soleh. Maklum perhimpunan yang lahir di Jawa Barat ini, biasa menyebut para pemudanya dengan Ujang. Untuk membedakan satu ujang dengan lainnya, nama Saleh pun digunakan. Di junior-nya ia dikenal sebagai pelatih yang tegas, padahal kesehariannya adalah pegawai bank Mandiri.

“Ketika saya mau pensiun dari Mandiri, timbul niat untuk mengamalkan moto Wanadri yang belum,” ujar kang Saleh di acara talkshow mainstage Indofest, Kamis (7/4). Diantara daerah jelajah dalam moto Wanadri, tinggal menjelajah udara yang belum dijalankan. Saleh Sudrajat pun berlatih terbang pesawat Trike atau Ultra Light Machine (ULM) untuk menghimpun jam terbang minimal mendapatkan lisensi pilot.

Mengenang prestasinya menjelajah angkasa Nusantara, suara Saleh Sudrajat masih tergetar ketika menuturkan kisahnya. Ia mengalami keadaan darurat ketika mencoba mencapai Bajawa, Nusa Tenggara Timur. Saleh keliru bandar udara Bajawa ternyata berada pada ketinggian 1000meter lebih. Ia terbang tertutup awan dan ketinggiannya pun ia turunkan hingga sebetulnya posisi pesawatnya sudah dekat lereng gunung.

Saleh Sudarjat (kanan) bersama moderator talkshow mainstage Indofest didampingi Galih Donikara. (adiseno)
Saleh Sudarjat (kanan) bersama moderator talkshow mainstage Indofest didampingi Galih Donikara. (adiseno)

Beruntung, jendela awan terkuak, dan ia pun mengarahkan pesawat ringan dengan sayap gantolle. “Begitu keluar saya lihat garis pantai dan saya ikuti hingga ke Ende.”

Salah seorang penontonnya di acara Indofest, Hendricus Mutter adalah kru darat di Bajawa. Ia mengingat saat ketidak berhasilan Saleh Sudrajat mencapai Bajawa. Bupati dan masyarakat sudah menyambut dengan acara adat dan pesta. Akibatnya Hendricus yang cemas karena kawannya tidak muncul dan seharusnya sudah mulai operasi pencarian, malah diperintahkan untuk menggantikan Saleh menjadi tamu kehormatan.

Saleh Sudrajat, seperti fotonya di iklan perusahaan telekomunikasi masih terlihat tegap. Siswanya dulu, secara guyon menyebutnya, “pelatih..kenakalan.” Ini karena pribadinya keras, tegas yang diselingi canda serta tawa. Juga sebutan itu untuk menghormati semangatnya yang masih menyala. Saleh Sudrajat masih berniat terbang solo. Kali ini dari ujung utara Nusantara di Pulau Mianggas sampai ujung paling selatan Indonesia.”Sayang masih belum ada sponsor,” ujarnya tersenyum. (adiseno)

Similar Posts