nick pemandu elbrus

TERSKOL – Nick, begitu dipanggilnya Nikolay Choustrov. Usianya sudah lebih 60. Tentu saja dia segenerasi dengan para pendaki Sovyet yang hebat. Kira-kira lebih muda sedikit dari almarhum Vladimir Bashkirov, dr Evgeny Vinogradski, dan seumuran dengan almarhum Anatoly Boukreyev. Mereka adalah pemandu, pelatih tim Indonesia yang mendaki Everest pada 1997.

Bukan karena memandu tim Indonesia nama-nama itu hebat. Ketiganya adalah anggota pendakian Sovyet ke Everest ke Kanchenjunga, gunung-gunung 8.000meter dengan rute dan prestasi luarbiasa. Tim yang pertama melakuan pendakian lintas keempat puncak Kanchenjunga, semuanya diatas 8.000meter. Saat itu belum pernah ada tim yang melakukannya. Pimpinan mereka almarhum Vladimir Balyberdin (1949-1994).

Balyberdin adalah legenda pendaki Sovyet, pendaki Russia pertama yang mencapai Everest, K2, dan Kanchenjunga. Sovyet memberikan kesempatan pada pendaki muda untuk melatih diri di Pegunungan Kaukasus di mana ujung timurnya adalah Puncak Elbrus (5.642m) tertinggi di Eropa. Deret panjang pegunungan dengan puncak-puncak 4.000m dan lebih memberikan arena latih yang menghasilkan reputasi pendaki Sovyet yang secepat kilat. Kemudian untuk “latih tanding ekspedisi” mereka ke Pegunungan Pamir, dengan lima puncak 7000meter, yang jika berhasil didaki semuanya, pendaki mendapat julukan Snow Leopard, Macan Tutul Salju.

Nick, saat memandu kami aklimatisasi ke punggungan puncak Cheget, sekitar 3.400meter, kerap bercerita. Sebagai pendaki ia termasuk cerewet. Sambil melangkah ia akan cerita. Kepada kami dalam Inggris, dan kepada putrinya Barbara dalam bahasa ibu mereka. Sebagai pemandu, kesukaannya bercerita tentu saja merupakan kelebihan. Ketika ia menceritakan tentang Pamir, iseng ditanyakan apakah ia sempat ada ketika terjadi kecelakaan longsor di basecamp Pamir hingga puluhan pendaki muda gugur. Ternyata ia di sana, selamat karena sudah mulai mendaki.

Seperti juga Bashkirov, Boukreyev, nada Nick menyedih, mata menerawang jauh ke selatan mengamati puncak-puncak Kaukasus, saat mengakui tragedi itu. Satu generasi pendaki Sovyet hilang. Tidak tega membiarkannya berlarut dalam sedih, kami tanyakan apakah dia mendaki bersama Balyberdin. Ia pun menengok lama, dan mengakui bahwa ia termasuk tim yang membuat jalur baru saat musim dingin di Pamir bersama Balyberdin yang sampai sekarang tidak pernah diulang siapa pun.

Nick pun kembali seperti aslinya. Cerita dengan gerak tangan yang melambai. Eksperesi wajah yang kadang lucu, ceria, kadang tegas dan menatap tajam. Tidak heran, sebagian kami melihat dia mirip Sean Connery, bintang kosong kosong tujuh terkenal itu. Barbara putrinya, menggeleng menolak itu.

Betul atau tidak, bukan yang penting. Nikolay Choustrov adalah bagian dari sejarah hebat pendaki Russia. Ia kurang satu dari lima puncak Pamir untuk memperoleh julukan Snow Leopard. Ia pernah menjadi wakil pimpinan ekspedisi komersial ke Cho Oyu. Dan pernah terjebak badai di Dhaulagiri. Ia mendaki dengan ngobrol, bukan sekadar cerewet,tetapi itu cara aklimatisasi yang baik, mengatur nafas di ketinggian hingga bisa berjalan dan juga bisa berbicara. Perangkat penting seorang pemandu gunung. (ads)

Foto utama: Ekspresi Nikolay Choustrov dalam bercerita (adiseno)

Similar Posts