buku outdoor photography

Dibandingkan dengan fotografer luar negeri, fotografer dalam negeri masih jarang yang mempublikasikan karya fotonya dalam bentuk buku. Jika dipersempit lagi menjadi buku fotografi bertema outdoor, makin sedikit judul buku yang ditemukan. Nama-nama seperti Don Hasman dan Riza Marlon menjadi sedikit dari beberapa nama fotografer yang dikenal karena hasil foto outdoor-nya. Keduanya juga mengabadikan karya mereka dalam bentuk buku. Selain dua fotografer, masih ada beberapa nama yang juga menghasilkan buku fotografi luar ruang yang tidak kalah menarik. Berikut beberapa buku outdoor photography hasil karya anak negeri.

dani1. Dani: The Highlander, Manusia Pegunungan

Foto-foto dalam buku etnofotografi karya Evi Aryati Arbay telah dikumpulkan sejak 2004. Buku setebal 230 halaman ini akhirnya terbit setelah genap sepuluh tahun sang fotografer mendokumentasikan kehidupan Suku Dani, suku yang mendiami willayah Lembah Baliem, Papua. Karya foto dalam buku ini menceritakan tentang Suku Dani sebagai suku yang disegani di Papua. Namun, juga menguak sisi keramahan Suku Dani terhadap para pendatang.

buku outdoor photogpahy

2. Mata Indonesia

Masih jarangnya fotografer Indonesia yang menerbitkan hasil fotonya menjadi sebuah buku juga menjadi alasan terbitnya Mata Indonesia. Buku yang diluncurkan pada 2014 ini memuat 111 hasil foto dalam empat kategori, yakni beauty, nature, sparkle, dan life. Foto-foto tersebut merupakan hasil karya 52 fotografer yang tergabung dalam Candra Naya Photographic Society. Agatha Anne Bunanta menjadi editor untuk buku berukuran 27 x 27 cm  yang diterbitkan oleh organisasi yang sama ini.

3. Living Treasures of Indonesia

Riza Marlon sudah terkenal sebagai fotografer wildlife. Sebelum mengeluarkan buku, karya fotonya pernah digunakan oleh lembaga-lembaga konservasi milik asing, seperti World Wildlife Fund (WWF) dan Wildlife Conservation Society (WCS). Ada tiga tema yang dikemas dalam Living Treasures of Indonesia: Sundaland, Wallacea, dan Sahul. Semuanya menampilkan fauna-fauna endemik yang ada di Indonesia, hasil perjalanannya selama lebih kurang 20 tahun. Karena punya latar berlakang dalam bidang biologi, Riza yang akrab disapa Caca ini juga yang memberikan deskripsi pada tiap fotonya. Saat pertama kali terbit pada 2010, buku ini dibandrol dengan harga Rp350.000,-.

buku outdoor photogpahy4. Indonesia: A World of Treasures

Buku ini merupakan kumpulan jepretan Ebbie Vebrie Adrian. Ebbie yang sebelumnya tidak berprofesi sebagai fotografer ingin mengabadikan potensi wisata yang ada di seluruh Indonesia. Niat Ebbie untuk membukukan hasil fotonya terlaksana setelah 11 (sebelas) tahun berkeliling Indonesia. Ketika pertama kali terbit pada 2014, buku ini dicetak terbatas hanya 1000 buah. Buku ini kemudian dicetak ulang pada 2016. Ada lebih dari 1400 foto dari 34 provinsi di Indonesia dalam buku setebal 550 halaman ini. Buku ini dijual dengan harga Rp1.750.000,-.

5. Urang Kanekes: Baduy People

Hasil karya Don Hasman dan Filomena Reiss ini terbit pada 2013. Don yang telah masuk keluar kawasan Desa Kanekes sejak 1975 ini menghabiskan 11 tahun untuk memperoleh kepercayaan Urang Kanekes agar bisa memotret kehidupan masyarakat Kanekes luar maupun dalam. Buku dengan 111 halaman ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, berisi pengamatan Don Hasman tentang sejarah, kehidupan sehari-hari, hingga hubungan masyarakat setempat dengan pemerintah Provinsi Banten. Sedangkan bagian kedua, adalah penelitan Filomena Reiss tentang cara berpakaian dan tradisi tenun masyarakat Kanekes. (uli/berbagai sumber)

Similar Posts