Jakarta-Siapa yang tidak kenal Paralayang? Salah satu cabang olahraga terbang bebas yang menggunakan parasut dan angin sebagai medianya. Menikmati udara bebas di ketinggian dengan pemandangan alam yang terhampar jauh dibawah membuat olahraga ini banyak diminati.

Paralayang pertama kali muncul pada 1980, dan kejuaraan dunianya diadakan pada 1989 di Kȍssen, Austria. Sejarah perkembangan Paralayang di Indonesia dimulai dengan berdirinya Kelompok Terjun Gunung Merapi di Yogyakarta pada Januari 1990. Olahraga ini awalnya diberi nama Terjun Gunung, Pendirinya adalah Dudy Arief Wahyudi dan Gendon Subandono. Tahun 1992 dibentuklah PPI (Pusat Paralayang Indonesia) guna meningkatkan teknik dan prosedur keselamatan agar olahraga ini lebih terorganisir.

Olahraga Paralayang dapat diikuti oleh berbagai kalangan. Tentu saja dengan syarat yang harus dipenuhi. Untuk rentang usia, dilansir dari paragliding.web.id disarankan mereka yang berusia 14s/d 60 tahun dengan syarat tidak mengidap penyakit jantung dan epilepsi. Sedangkan bagi mereka yang berusia dibawah 18 tahun, diperlukan surat izin legal dari kedua

Melihat indahnya pemandangan dari atas (dok. Firman)

orangtua.

Mengikuti olahraga Paralayang tidak perlu khawatir, Di Indonesia, lisensi untuk pelatih paralayang dikeluarkan oleh Persatuan Olahraga Dirgantara Layang Gantung Indonesia – Federasi Aero Sport Indonesia / PLGI – FASI. Untuk dapat menikmati kegiatan ini, ada beberapa tempat yang dapat kalian kunjungi. Wilayah Perkebunan Teh Gunung Mas, Puncak Bogor salah satunya. Disuguhi pemandangan kota Bogor dan ditemani sejuknya udara puncak pastinya akan membuat pengalaman bermain Paralayang menjadi lebih menantang. Selamat mencoba! (sho)

 

foto utama : melihat pemandangan kota Bogor dari arena latihan paralayang, Puncak Bogor. (dok. Firman)

Similar Posts