Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) agenda yang dibuat oleh dan untuk pecinta alam se-Indonesia. TWKM sudah berlangsung 29 tahun. Agenda nasional ini yang terbesar karena melibatkan organisasi pecinta alam universitas. 

TWKM  banyak diikuti para pemuda indonesia yang memiliki hobi dan minat yang sama. Mereka berkumpul dan berdiskusi untuk membahas permasalahan lingkungan dan tindak lanjutnya.

Mulanya, TWKM digelar karena keresahan terhadap peran mahasiswa pecinta alam dalam mengatasi masalah lingkungan dan kemampuan pengenalan medan. Tahun ini, Universitas Bung Karno Jakarta dipilih sebagai tuan rumah. Diikuti oleh 841 organisasi pecinta alam se indonesia. TWKM berlangsung paralel selama 23-29 Oktober  di beberapa tempat sekitar Jakarta.

”Suatu kebanggaan, kehormatan,  tantangan, tanggung jawab dan sebuah kepercayaan yang harus kami laksanakan,” Ungkap Sandi Saputra Pulungan, ketua Marpala UBK (Marhaenis Pecinta Alam).  Sandi melanjutkan, ”Nikmat dan sangat menyenangkan sekali mulai dari proses perancangan konsep sampai pelaksanaan TWKM. ” 

Berlatih memasang pengaman panjat di tebing Jeger Kalapa Nunggal pada acara TWKM 2017. [dok. Bibin]
Tema yang diangkat ‘Aktualisasi Mahasiswa Pecinta Alam Terhadap Bencana Ekologis’. Ini didasarkan dari menurunnya kepercayaan dan eksistensi Mahasiswa Pecinta Alam untuk turut andil dalam masalah lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam yang semakin tidak terkendali menyebabkan hilangnya keseimbangan antar makhluk hidup serta membuat resiko terjadinya bencana ekologis semakin tinggi.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua, yaitu Temu Wicara berupa kongres yang mengangkat isu-isu lingkungan untuk kemudian di advokasi ke lingkup nasional. Sedangkan Kenal Medan adalah pengenalan alam sekitar berupa pendakian, jelajah gua, panjat tebing, arung jeram, serta lingkungan hidup.

Topik pembahasan Temu Wicara yaitu Refleksi TWKM, Kondisi Kebencanaan Indonesia, dan Energi Terbarukan. Sedangkan untuk Kenal Medan, pendakian dilakukan di Gunung Gede, panjat tebing di Kalapa Nunggal/Jeger, telusur gua di  Gua Garunggang dan Cioray, arung jeram di Sungai Cianten serta lingkungan hidup di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Kegiatan ini diharapkan bisa terus dilaksanakan mengingat pentingnya eksistensi Pecinta Alam dalam mengatasi permasalahan lingkungan. [sho]

FOTO UTAMA ;

Acara Temu Wicara Kenal Medan 2017 berlangsung pada 23-29 Oktober dilaksanakan oleh Marpala Universitas Bung Karno. Kenal Medan panjat dilaksanakan di tebing Jeger Kalapa Nunggal.

 

 

 

 

 

Similar Posts