tasini

JAKARTA – Penggunaan plastik di Indonesia disebut sebagai penyumbang polusi lautan terbesar kedua di dunia. Dilatarbelakangi hal ini, gerakan lingkungan yang menamai diri MOPF (Making Oceans Plastic Free) meluncurkan tas lipat unik untuk meminimalisasi penggunaan plastik. Satu buah tas ini digadang-gadang bisa menghemat penggunaan 400buah plastik per tahunnya.

Tas lipat ‘Tasini’ merupakan hasil kolaborasi Roger Spranz, Lia Nirawati, Paritosha Kobbe, dan Adith Nugroho. Desainer produk Lia Nirawati menjelaskan keinginan timnya untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap lingkungan dengan cara yang dibuat ‘mudah’ dan menyenangkan. “Banyak orang Indonesia sangat suka dengan aksesoris yang lucu dan berwarna. Kami mendesain Tasini untuk bisa masuk ke tren ini dan membuat orang-orang excited ingin memiliki Tasini. Orang mungkin belum terlalu sadar dampak polusi plastik, tapi mereka suka desainnya dan mau menggunakan Tasini,” jelasnya.

tasini
Tas lipat reusable ‘Tasini’ dalam bentuk gurita. (indiegogo.com)

Agar mudah dibawa kemana-mana, Tasini dikemas menjadi gantungan kunci berbentuk hewan-hewan laut berwarna menarik. Para duta Tasini dipilih karena mereka dianggap yang paling terkena dampak polusi plastik. Sedangkan tas lipat berbahan plastik daur ulang bisa dikeluarkan dari dalam hewan-hewan ini saat akan digunakan.

Saat ini Tasini masih diproduksi dalam jumlah terbatas. Satu buah Tasini dihargai $25 atau sekitar 330ribu rupiah. Proses pembuatan yang eco-friendly handmade, desain unik, dan manfaat dalam jangka panjang pada lingkungan tentu layak jadi pertimbangan memiliki sebuah Tasini. Semakin banyak yang berkontribusi, semakin besar peluang Tasini menjangkau masyarakat yang lebih luas. Makin besar pula kemungkinan polusi plastik di lautan bisa teratasi. (uli)

Similar Posts