pendakian gunung rinjani

JAKARTA – Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat akan menerapkan kebijakan baru bagi pengunjung Gunung Rinjani. Kebijakan tersebut adalah penyerahan sejumlah uang sebagai jaminan sebelum pengunjung mendaki Gunung Rinjani. Nantinya, uang jaminan tersebut dapat diambil kembali setelah pengunjung membawa kembali sampah saat turun dari Gunung Rinjani. Rencananya, kebijakan ini akan diberlakukan mulai April 2017, saat Rinjani kembali dibuka.

“Ini namanya sampah berjaminan, kalau dia nggak bawa sampahnya turun, uang jaminannya tidak bisa diambil,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Muhammad Faozal.

Kebijakan ini diambil menyusul menumpuknya sampah di Gunung Rinjani. Dalam acara Rinjani Clean Up yang digelar pada awal Desember lalu, petugas, TNI, dan relawan mengangkat lebih dari 1,5 ton sampah dari kawasan tersebut. Sehingga rencana ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak Taman Nasional Gunung Rinjani.

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) merupakan salah satu tempat populer untuk mendaki gunung. Setiap tahun, ada puluhan ribu orang yang berkunjung ke sana. Sayangnya, keramaian pengunjung berbanding lurus dengan banyaknya sampah. Oleh karenanya, dibutuhkan sebuah kebijakan untuk mengurangi sampah di kawasan tersebut. (fir/ sumber: detik.com)

Similar Posts