BANDUNG – Outfest II berakhir Minggu (6/3). Pagelaran produk dan kegiatan petualang ini diprakarsai Ronnie Ibrahim. Ditemui Jumat lalu Ronnie menjelaskan Outfest II yang merupakan kelanjutan kegiatan sama tahun lalu di Jakarta. Kali ini Outfest mengusung pembukaan The Legend Is Back dengan mengundang tokoh awal Kelompok Pencinta Alam Indonesia. Diantaranya Herman Lantang dari Mapala Universitas Indonesia, Iwan Abdurachman dari Wanadri, Harry Suliztiarto dari Skyger.

Ronnie Outfest
Ronnie Ibrahim – pemarkasa Outfest II

Ronnie bahkan menuturkan ia akan melanjutkan pameran produk petualangan di Surabaya dan Makassar. Bahkan ia berniat menyelenggarakan pameran outdoor activity internasional. Ia meyakinkan kerjanya yang didukung oleh rekan-rekan pegiat alam, bukan sekadar menjadi pasar bagi dunia usaha petualangan saja.

Di satu sudut memang Outfest II menyediakan ruang bagi pelaku untuk menyuguhkan kemampuan mereka. Ada dinding panjat yang disponsori Eiger, produsen ransel terkemuka Indonesia. Juga komunitas slackline menyediakan perlengkapannya untuk dicoba pengunjung. Ronnie memberikan konsep Outdoorland, di mana komunitas dan badan yang terkait kegiatan alam seperti Basarnas bisa berperan dan berpameran.

Ronnie juga menjelaskan posisi Outfest sebagai sarana komunikasi dan ingin dibangun sebagai gigi sistem kegiatan alam. Ia mengingatkan bahwa kegiatan yang cukup besar penggemarnya ini kini belum memiliki badan regulasi. Pembangunan via ferrata misalnya di mana salah satu operatornya Sky Walker ikut Outfest II. Jalur panjat dengan tangga besi, jika menjamur akan membutuhkan regulasi agar tidak seluruh permukaan tebing dipenuhi jalur besi.

“Disini ditempat ini kita bisa kumpul, para pelaku, para produsen,” ujarnya. Ia maksudkan bahwa ini akan menjadi awal dari komunitas petualangan untuk membangun dunia petualang Indonesia. Karenanya diawali dengan mengingat sejarah “The Legend is Back.” (adiseno)

Similar Posts