Taman Nasional Lorentz Timika kembali melakukan pelepasan satwa liar Endemik. Kegiatan ini berlangsung pada 7-8 November lalu. Bertempat di Mile Point 21 Departemen Enviromental – PT Freeport Indonesia, pihak Departemen Enviro menyerahkan kembali satwa liar yang dititipkan oleh pihak KSDA-SKW II Timika kepada pihak Taman Nasional yang terkenal dengan Puncak Carstensz Pyramid. Sebagai kawasan lindung terluas di Indonesia yang melindungi beragam habitat.

Satwa liar yang dilepaskan diantaranya 129 kura kura moncong babi (carettochelys insculpta), tiga  ekor kura kura dada merah (emydura subglobosa) dan satu  ekor kura kura dada putih (elseya banderhorstii).

Kampung Nakai yang secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Asmat dipilih sebagai titik pelepasan satwa liar tersebut. Nakai juga masuk dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yang menjadi wilayah kerja dari SPTN I Timika.

Kegiatan ini diikuti oleh BBKSDA Papua-SKW II Timika, BTN Lorentz-SPTN I Timika, PT Freeport Indonesia-Departemen Enviromental, Lestari Lorentz Lowlands dan Komunitas Pencinta Satwa-PANIC.  

Perjalanan menuju Kampung Nakai memakan waktu lima-enam jam. Sesampainya, tim repatriasi disambut baik oleh masyarakat dan tokoh setempat. Satwa liar tersebut diserahkan kepada salah satu perwakilan tokoh masyarakat kampung Nakai. Sungai Topap menjadi tempat pelepasan satwa.

Sebelum pelepasan, dilakukan ritual adat oleh Titus salah satu tokoh masyarakat kampung Nakai, dalam sambutannya Titus menyampaikan, “Kami yang punya tempat dan kami sayang dengan hewan ini,, kami akan jaga buat kami punya anak cucu”. Pada malam harinya, tim repatriasi melakukan sosialisasi dengan diawali pemutaran film tentang keanekaragaman satwa dan budaya masyarakat dalam kawasan Taman Nasional. (sho/pr)

 

foto utama : (dok. vebma.com)

Similar Posts