SITU GUNUNG – Para pencinta alam, generasi yang mendirikan berbagai Kelompok Pencinta Alam (KPA) berkumpul di lokasi perkemahan Tanahkita. Diprakarsai Gustaf  “Ocim” Husen, Iwan Bungsu, Setyo Ramadi, dari generasi 70 dan 80an, mengundang dekade 60an ketika KPA baru berdiri. Juga anggota KPA aktif seperti Seven Summiters dunia Iwan Irawan, Sofyan Fesa dan pendaki putri Indonesia yang sedang merintis prestasi sama, Mathilda.

Iwan Bungsu dan Ocim mengundang Sarasehan Pencinta Alam karena merasa perlu meneruskan pesan yang menjiwai Kode Etik Pencinta Alam.  Acara sarasehan diantar oleh Iwan Abdurachman, trubadour  yang juga senior pendaki gunung penempuh rimba. Iwan membawakan lagu lagunya dan mengingatkan berbagai generasi hakikat pencinta alam. Berbagai angkatan memberikan testimoni merek dan ditutup oleh par Seven Summiter Indonesia, termasuk Putri seorang profesional dunia perminyakan yang mencita-citakan Seven Summits dunia.

Pertemuan dan perenungan ini menghasilkan pesan:

PESAN PANGRANGO

Kami berkegiatan di alam dgn tujuan mendidik diri dan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan cinta lingkungan.

Dalam berkegiatan di alam kami tidak membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan.

(ads)

Foto utama: Iwan Abdurachman saat memberikan pengalaman batin dalam kesenian dan alam untuk mengingat kembali hakikat bergiat di alam.

Similar Posts