pendaki tewas di everest

JAKARTA – Seorang pendaki asal Belanda, Eric Arnold (35) meninggal hanya satu jam setelah dirinya tiba di puncak Everest (8.848 m). Eric meninggal ketika berusaha turun dari puncak tertinggi di bumi itu. Ia sudah lima kali mendaki Everest. Ia meninggal dalam tidurnya, tutur rekan satu tim Eric.

Pendaki lain yang juga meninggal adalah perempuan asal Australia. Ia meninggal setelah akan meninggalkan Camp 4 di ketinggian 8.000 m. Ia mengatakan sudah merasa sangat lemah dan banyak kehilangan energi. Jasad kedua pendaki ini akan memakan waktu lama untuk tiba di Kathmandu mengingat sulitnya medan.

pendaki tewas di everest
Eric Arnold

“Setelah mencapai puncak kemarin, dia mengatakan sangat lemah dan merasa sakit. Ditengarai karena penyakit ketinggian,” tutur Pasang Purba Sherpa dari Seven Summit Treks.

Pendakian ke Everest dibuka kembali pada 11 Mei lalu, setelah bencana gempa bumi dan longsor salju dua tahun lalu. Semenjak itu, tercatat sekitar 330 pendaki berusaha tiba di sana dari sisi Nepal. Pendaki Belanda lain, Niels van Buren (37), seorang penderita Multiple Sclerosis menjadi pendaki pertama dengan diagnose tersebut yang bisa mencapai Everest. Sementara minggu lalu, pemandu asal Nepal dan pendaki asal India meninggal saat mendaki gunung lain di area Pegunungan Himalaya. (fir/ sumber: dw.com)

 

Similar Posts