air panas air kalaq

Rinjani kembali berduka. Seorang pendaki asal Jomblang dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di pemandian air panas Aik Kalaq. Korban bernama Taufik Budi Prasetiyo (23) asal Jomblang, Bantul, Yogyakarta.

Korban melakukan registrasi pendakian Gunung Rinjani melalui pintu Sembalun bersama dua orang temannya, Muhamad Ali (21) dan Setio Teguh (22) pada 21 April 2017 sekitar pukul 10.00 WITA. Pendakian mereka rencananya akan berlangsung tiga hari dua malam. Sehari setelahnya, sekitar pukul 17.30 ketiganya tiba di Danau Segara Anak dan memutuskan untuk bermalam.

Kronologis tenggelamnya Taufik terjadi keesokannya, sekitar pukul 07.30, saat ia bersama Ali mengambil air di mata air dekat pemandian air panas. Korban mengajak temannya berfoto sekaligus mandi di pemandian air panas Air Kalaq. Ali sempat menolak dan menyarankan mencari pemandian lain karena lokasi yang dipilih Taufik terlalu ramai pengunjung. Ali sempat meninggalkan korban ke atas bukit untuk meletakkan air yang sebelumnya diambil oleh keduanya. Korban terakhir kali terlihat saat sedang melepas pakaian hendak masuk ke kolam air panas Air Kalaq. Namun saat kembali ke lokasi, Ali tidak bisa menemukan korban.

Pencarian sempat dilkukan hingga pukul 20.00, tapi korban belum juga ditemukan. Baru pada 24 April sekitar pukul 10.00 WITA, korban berhasil ditemukan. Kini, korban sedang dalam proses evakuasi menuju Pos Resort Sembalun. Evakuasi dilakukan olhe petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan Tim Medis Edelweis Medical Help Center (EMHC). Rencananya autopsi korban akan dilaksanakan di RS Umum Selong, Lombok Timur. (uli)

Similar Posts