pemanjatan tebing parang

PURWAKARTA – Mamay Sumarna Salim, 6otahun. Siapa yang tidak kenal pemanjat yang pertama bersama tim Skyger membuat jalur Indonesia di dinding utara Eiger. Saat kawan seusianya sudah pensiun, Kang Mamay mengajak manjat.

Akhir pekan ini (14-15/5) yang datang memenuhi ajakan sampai 70 orang. Fatur salah satunya. Baru lulus SMK Perguruan Cikini di Alur Laut, Jakarta Utara. Fatur sedang menanti kesempatan magang di Jepang untuk jurusan Elektro yang didalami. Sambil menanti, ia satu-satunya dari kelompok pencinta alam sekolahnya memilih manjat. Teman-teman peserta lainnya kebanyakan dari  Bandung.

pemanjatan tebing parang
Mamay Sumarna Salim (61) membagi pengetahuan dan pengalaman untuk keselamatan panjat tebing pada acara Memanjat Bersama Kang Mamay di Gunung Parang, Purwakarta pada Sabtu (14/5). (adiseno)

Kang Mamay kerja di perusahaan produsen perlengkapan alam bebas tropis Eiger. Ia bersama rekan-rekan pakar kegiatan alam mengembangkan berbagai produk. Penggunaan di alam tentu saja membutuhkan pengetahuan dan pengalaman. Kang Mamay pun mengembangkan praktik lapangan untuk syiar.

“Ini lebih untuk menanamkan safety,” jelas kang Mamay.  Pada malam di perkemahan kang Mamay memberikan tips untuk keselamatan panjat tebing. Siangnya, dibantu rekan-rekan atlit panjat, bahkan Tedi Ixdiana, pembuat 1.000jalur panjat, praktik dilakukan di tebing Gunung Parang. Pasang sabuk kekang (harness) yang terbalik diingatkan, mencantumkan tali tubuh ke alat penambat (belay) diperbaiki, dan semangat menyelesaikan pemanjatan, walau sudah jatuh beberapa kali dibakar sampai akhirnya berhasil (pink point). (ads)

Foto utama: Foto bersama peserta dan panitia Memanjat Bersama Kang Mamay di Gunung Parang, Purwakarta, Sabtu (14/5). (adiseno)

 

Similar Posts