men climbing world cup

JAKARTA – Lebaran tahun ini FPTI mengirimkan atlitnya ke ajang internasional. Selain Asian Youth Championship dengan hasil satu emas, satu perak dan satu perunggu, juga ke World Cup di Swiss dan Perancis.

Emas oleh Devi Berthdigan untuk Speed Junior Putri. Perak oleh Ravianto Ramadhan untuk Lead Youth B Putra. Perunggu oleh Jasmico Pamumade pada Speed Youth A Putra. Jepang mendominasi dengan beberapa nomor dikuasai perak, perunggu emas oleh atlet putra dan putri mereka.

Sementara tim Pelatnas yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018  bertanding ke Villars, Swiss dan Chamonix Perancis. Hasil di Villars telah dilaporkan Outdoor Cafe Indonesia (OCI) pada artikel Lampu Kuning Panjat Indonesia. Selanjutnya para atlet mengikuti World Cup di Chamonix, Perancis, yang mempertandingkan disiplin Lead.

Indonesia hanya menempati urutan 59 untuk kategori Putra oleh Temi Lasa dan ke-82 oleh Amri. Sedangkan kategori Putri Syarifah Abdul Rohmah pada peringkat 51 dan Virgita Nadya Putri pada urutan ke 58. Kedua Putra dan Putri kita tidak masuk dalam urutan peringkat dunia.

Peringkat dunia Putra dan Putri menjumlahkan hasil pertandingan mulai dari Villars di 2016, serta semua World Cup 2016 ditambah Villars 2017 dan Chamonix 2017. Sedangkan atlet Indonesia baru ikut pada 2017 tentu saja akumulasi nilai mereka tidak memadai.

Berikut cara perhitungan Peringkat Dunia:

Putri

peringkat panjat_1

Putra

peringkat panjat_2

Ini artinya, Indonesia harus lebih sering mengikuti kejuaraan dunia. Supaya akumulasi peringkat kombinasi Lead, Speed dan Boulder bisa masuk 20 besar dunia dan 2020 ikut bertanding di Panjat Tebing Olimpiade Tokyo ( ads/sumber: ifsc–climbing)

Foto utama: Juara Lead Putra Marcello Bombardi dari Italia untuk pertama kali meraih emas di World Cup, Chamonix, Perancis 11-13 Juli 2017. (dok. IFSC Climbing/ Eddie Fowke)

Similar Posts