pelatihan APGI kerinci

PADANG ARO – Gunung Kerinci menjadi atraksi wisata petualangan di Sumatera Barat. Dari tujuh puncak Indonesia, Kerinci dengan 3.805meter tertinggi kedua setelah Carstensz Pyramid (4.884m). Gunung yang kawasan Taman Nasional,  resmi baru memiliki satu jalur pendakian dari Kersik Tuo.  Jumlah pendakian per tahun mencapai 6.000. Satu jalur lain dari Padang Aro di sebelah utara Kersik Tuo sedang dirintis. Penambahan jalur diharapkan menimbulkan peningkatan wisata dan juga kebutuhan pemandu wisata gunung.

Kementerian Pariwisata pada Asisten Deputi  Pengembangan Wisata Alam dan Buatan , bekerjasama dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia, menyelenggarakan  lokakarya Fasilitasi Pengembangan Wisata Petualangan. Diselenggarakan di Hotel Pesona Alam Sangir, Padang Aro, Solok Selatan dari 24 hingga 25 Juli 2017. Sebanyak 30 peserta calon pemandu gunung kawasan Padang Aro disiapkan ikut serta, dan beberapa pemandu dari Kersik Tuo juga diundang.

pelatihan APGI kerinci
Lokakarya pemandu wisata gunung di Hotel Pesona Alam Sangir, Padangaro Solok Selatan, mempelajari keterampilan tali temali dan disiplin lain calon pemandu gunung Kerinci, pada 24-25 Juli 2017. (dok. Kemenpar/Herlina)

Epli Rahman, Asisten II bidang Pembangunan Ekonomi, Bupati Solok Selatan, yang membuka pelatihan berharap jalur baru tidak dipandang sebagai persaingan, melainkan peningkatan daya tarik. “Bisa naik dari Padang Aro dan turun ke Kersik Tuo,” ujarnya.

Epli menambahkan pembukaan jalur dari Padang Aro adalah “membangkitkan batang terendam.” Dalam pembuatan jalur pendakian dari Padang Aro, pemerintah kabupaten bersama Taman Nasional Gunung Kerinci menggali sejarah. Mereka menemukan laporan pendakian dari abad 19 oleh peneliti Belanda yang mendaki melalui Lubuk Gadang, salah satu lokasi yang dilewati  jalur pendakian rintisan dari Padang Aro.  (ads)

Foto utama: Peserta, pelatihan dan fasilitator dar Kantor Kementerian Pariwisata, bersama membangun wisata petualangan Sumatera. (dok. Kemenpar/Herlina)

Similar Posts