ekspedisi gua hatusaka

DEPOK – Dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Mapala UI kembali mengirimkan timnya untuk mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia. Gua Hatusaka yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Manusela, Maluku menjadi tujuannya. Tim ekspedisi bertajuk ‘Manusela Speleology Expedition 2017’ telah bertolak ke Maluku pada 3 Agustus lalu.

Tim terdiri dari 8 orang ini diperkirakan tiba di desa terdekat dengan Gua Hatusaka pada 8 Agustus 2017. Rencananya tim ekspedisi akan melakukan upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di dasar Gua Hatusaka.

Gua Hatusaka menjadi gua terdalam yang telah dipetakan. Kedalamannya mencapai 388meter. Tercatat ada empat tim yang pernah melakukan eksplorasi Gua Hatusaka. Eksplorasi oleh Sydney University Speleological Society (SUSS) dan Wessex Caving Club (WCC) dilakukan pada 1996, Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta pada 2011, dan Andrea Benassi beserta tim dari Italia pada 2016. Meski sebelumnya sudah dieksplorasi, belum ada tim dari Indonesia yang sampai di dasar Gua Hatusaka.

ekspedisi gua hatusaka
Salah satu atlet ekspedisi Mapala UI memasuki Luweng Suling di kawasan Karst Wonogiri. Luweng Suling jadi salah satu lokasi simulasi dari Manusela Speleolgy Expedition 2017. (dok. Mapala UI)

Selain eksplorasi Gua Hatusaka, tim juga akan melakukan penelitian di kawasan TN Manusela bagian tengah dan utara. Penelitian berupa pencarian, pemetaan, dan eksplorasi gua-gua baru yang masuk kawasan TN Manusela berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) atau juga dikenal sebagai GIS (Geographic Information System) dan Penginderaan Jauh.

Ade Lutfi selaku ketua tim ekspedisi menjelaskan metode ini masih jarang dilakukan dalam pemetaan gua  di Indonesia. “GIS dan Penginderaan jauh merupakan metode pengolahan data geografis berbasis komputer yang salah satunya dapat dimanfaatkan untuk menemukan potensi mulut gua baru. Penemuan mulut gua baru dengan memanfaatkan metode ini masih sangat jarang diterapkan oleh penelusur gua di Indonesia,” jelasnya. Selain dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-72 Republik Indonesia, ekspedisi ini juga diharapkan bisa mengembangkan potensi wisata speleologi di Indonesia.

Sebelum berangkat, tim ‘Manusela Speleolgy Expedition 2017’ menjalani serangkaian latihan dan simulasi ekspedisi. Simulasi dilakukan di gua-gua kawasan karst Gunung Sewu, Wonogiri pada 12-22 Juli lalu. Kawasan ini dipilih karena banyaknya gua-gua berkarakteristik ekstrem dengan kedalaman vertikal lebih dari 100meter dan panjang horizontal lebih dari 1kilometer. Gua-gua Wonogiri juga pernah menjadi tujuan ekspedisi spelologi Mapala UI pada 2016. (rilis)

Foto utama: Simulasi ekspedisi di Luweng Plalar sebelum keberangkatan tim Manusela Speleogy Expedition 2017. (dok. Mapala UI)

Similar Posts