JAMBI – Kabar dari Ekspedisi Ae Dikit oleh Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI). Tim ekspedisi berhasil memetakan sejumlah 26 jeram di sungai yang terletak di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi dan Kecamatan Penarik, Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu.

Tim pemetaan sudah berangkat sejak 1 Februari 2016 untuk memetakan Ae Dikit sejauh 53 km dan membaginya ke dalam lima section. Khusus section terakhir tidak dipetakan dan akan didokumentasikan ketika tim melakukan pengarungan. Ada total 19 orang yang terlibat dalam proses pemetaan, termasuk di antaranya empat warga lokal sebagai pemandu.

Ini suatu kemajuan bagi ekspedisi Ae Dikit 2016 mengingat banyak kesulitan yang dihadapi untuk mengenal lebih dekat “perawan” jeram Ae Dikit. Survey yang dilakukan oleh lima orang anggota ekspedisi pada bulan Juli 2015 lalu untuk memastikan keperluan administrasi dan akses menuju Ae Dikit nyatanya belum cukup untuk mengenal jeram Ae Dikit.

“Tipe hutan di Sumatera beda dengan di Jawa. Sehingga untuk menembus hutannya pun diperlukan teknik yang khusus. Kami sempat mengalami kesulitan. Pernah di suatu malam terdengar suara Harimau.” Ujar Eko Sitorus, salah seorang yang mengikuti survey.

Akses yang susah serta data jeram Ae Dikit yang belum ada jelas merupakan pekerjaan tambahan bagi tim ekspedisi. Tidak heran jika porsi latihan pun ditambah agar tim memiliki fisik yang prima ketika ekspedisi berlangsung. Tes kebugaran secara bertahap dilakukan untuk memantau perkembangan fisik peserta ekspedisi. Selain itu, standar kebugaran bagi peserta ekspedisi ditingkatkan.

Menilik hasil survey dan pemetaan yang telah dilakukan, kesulitan yang menghadang tim ekspedisi tidak akan berhenti sampai di situ. Ada air terjun setinggi 4 meter, tim pemetaan memberi grade 6 dari skala 1-6 dalam menilai kesulitan jeram tersebut. Skala 6 berarti jeram tersebut tidak mungkin dilewati dengan perahu karet beserta awak di atasnya. Selain itu, di beberapa bagian kedua sisi sungai berupa tebing. Hal tersebut akan menyulitkan jika terjadi insiden untuk kepentingan penyelamatan. Ada pula jeram-jeram dengan tingkat kesulitan 3 hingga 4+ dari skala 1-6.

Pemetaan yang telah dilakukan hanya satu dari sekian cara untuk lebih mengenal jeram “perawan” Ae Dikit. Selain juga untuk membuat perencanaan guna meminimalisir resiko yang terjadi di lapangan saat pengarungan dilakukan.

Ae Dikit adalah salah satu sungai yang membentang sepanjang lebih dari 40 kilometer dan membelah zona inti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), serta masuk ke dalam dua provinsi yakni Jambi dan Bengkulu. Sungai ini belum pernah diarungi menggunakan perahu karet sebelumnya. Tim Mapala UI menjadi yang pertama. (fir/ sumber: Mapala UI/travel.kompas.com)

Similar Posts