Asian Youth Championship

JAKARTA – Dari 18 medali emas nomor panjat tebing di Asian Youth Championship, Indonesia berhasil membawa pulang satu. Dalam urutan negara, silakan tengok hasil lomba hari terakhir Minggu 9 Juli lalu. Kualifikasi untuk Youth Olympic 2018 hanya mengambil satu dari enam besar. “Jadi hanya satu putra dan satu putri kuota Asia,” demikian dijelaskan Kuntono pendamping atlet remaja Indonesia. “Nggak ada dari kita,” demikian pesan singkatnya melalui telepon seluler.

Demikian juga tim pelatnas Indonesia yang bertandang ke Villars, Swiss, Eropa. Mengikuti nomor speed dan lead. Di lead di mana memang belum unggulan Indonesia, Temi Lasa menempati urutan ke-58, dan seniornya Amri ke-68. Emas, perak, perunggu milik Eropa. Dan pemanjat Asia dari Jepang, Korea dan Hongkong berada di atas Indonesia. Pemanjat perempuan lebih baik dengan Syarifah menempati urutan ke-41  dan Nadia Putri pada urutan ke-48. Diatas mereka juga negara Asia lain bertengger Jepang dan Korea.

Sedang pada nomor andalan Indonesia, kita juga tidak lebih baik. Tertinggi putra diraih oleh muka lama Abudzar Yulianto pada urutan ke-10, dan Tonny Mamiri pada urutan ke-12. Juara speed PON yang lalu dan harapan Indonesia, Aspar Jaelolo serta Sabri sama sama gagal alias false start.

Sedangkan yang putri kembali lebih baik dengan Puji Lestari pada urutan ke-11, tanpa negara Asia lain diatasnya. Farina Handayani berbagi dengan Ellisabeta Dalla Brida dari Italia pada urutan ke 18. Syafiiyah Dorifatus berada pada urutan ke-20.

Asian Youth Championship
Devi Berthdigna dari Indonesia meraih emas untuk junior speed putri pada Asian Youth Championship di Singapura 5-9 Juli lalu. Indonesia membawa pulang satu emas, satu perak dan  satu perunggu. (dok. Kuntono/FPTI)

Jika mengintip urutan peringkat negara untuk speed putra, Abudzar pada urutan ke 35 dan Tonny Mamiri pada urutan ke-38. Sedangkan pemanjat putri kita dalam urutan dunia, masih pada urutan ke-32 atas nama Puji Lestari. Sayang diatasnya masih ada pemanjat dua dari Kazakhstan dan lima dari China.

Ini memang karena Indonesia baru tengah tahun pertandingan tandang. Tentu dalam akumulasi angka kalah dengan lainnya. Jika mengintip dari hasil, maka waktu tercepat juara speed perempuan, Anouck Joubert dari Perancis adalah 7.78detik. Waktu tercepat selama di Villar adalah 7. 73detik oleh Iuliia Kaplina dari Rusia. Kaplina mengalahkan Joubert pada perempat final, sementara di final Joubert mengalahkan Kaplina. Sedangkan Puji Lestari waktu terbaiknya 8.79detik, setelah sebelumnya pada kualifikasi mencatatkan 8.81detik.

Memang dengan ikut satu kali World Cup series tidak bisa disimpulkan pencapaian Indonesia. Siapa sangka juara nasional kita bernasib buruk dengan false start. Paling tidak Indonesia sedang berada pada posisi lampu kuning jelang merah. Jangan sampai tuan rumah Asian Games hanya sekadar itu saja, tuan rumah. Harapan kita semua lampu kuning jelang hijau tentunya. (ads/data dari http://www.ifsc-climbing.org)

Foto utama: Janja Gambret dari Slovenio dalam nomor lead putri di Villars, Suis, seri World Cup panjat tebing dari IFSC yang diikuti atlit pelatnas Indonesia. Gambret merebut emas sementara Syarifah berada pada urutan  41. (dok. IFSC Climbing/ Eddie Fowke)

Similar Posts