killian jornet

JAKARTA – Kilian Jornet menyelesaikan pendakian Everest untuk yang kedua kalinya dalam kurun waktu seminggu pada 27 Mei lalu.  Pendakiannya yang paling akhir disebut-sebut menjadi yang tercepat dilakukan tanpa bantuan oksigen maupun fixed ropes.

Jornet sebelumnya telah mencapai puncak Everest pada 22 Mei 2017 melalui rute utara. Di pendakian kali itu pria asal Spanyol ini menghabiskan 17jam mendaki Everest dari Advanced Base Camp (6500meter). Total waktu tempuh Jornet tidak lebih cepat dari rekor pendakian Everest melalui Northeast Ridge yang dimiliki oleh Christian Stangl. Stangl tiba di puncak Everest setelah mendaki 16jam 42menit dari titik mula yang sama. Juga tanpa oksigen dan fixed ropes.

Namun di pendakiannya yang kedua kali, masih tanpa oksigen tambahan dan tali, Jornet berhasil tiba di puncak Everest setelah mendaki 26jam dari Base Camp di ketinggian 5100meter.

kilian jornet
Kilian Jornet. (trailrunnermag.com)

Tim pendakian Jornet menyebut pencapaian ini adalah yang tercepat. Pendakian dari Base Camp tanpa menggunakan oksigen tambahan dan tali sebelumnya pernah dilakukan Jean Troillet dan Erhard Loretan pada 1986. Waktu tempuh keduanya adalah 43menit. Sedangkan rekor pendakian Everest yang tercepat dimiliki oleh Pemba Dorje Sherpa dalam 8jam 10menit. Namun, Pemba yang mendaki pada Mei 2004 menggunakan oksigen tambahan serta fixed ropes.

Pendakian Everest termasuk dalam proyek teranyar Killian Jornet My Life Project yang dimulai sejak 2012. Dalam My Life Project, Jornet melakukan pendakian dengan waktu tercepat ke puncak-puncak ikonik dunia. Sebelum Everest, Jornet sudah mencatatkan waktu tercepatnya di Mont Blanc, Matterhorn, Denali, dan Aconcagua. (uli/ berbagai sumber)

Foto utama: (dokumentasi Suunto)

Similar Posts