konservasi di Indonesia

JAKARTA – Kawasan konservasi ditempatkan sebagai pilar pembangunan nasional. Hal ini disampaikan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar. Keberadaan kawasan konservasi harus menjadi salah satu penopang pembangunan nasional secara keseluruhan. Kawasan konservasi juga harus menjadi bagian dari sumber kesejahteraan masyarakat, tambah Menteri Siti.

Jumlah kawasan konservasi mencapai 16persen dari luas kawasan hutan Indonesia yang mencapai 130,68juta hektar. Angka kawasan konservasi sekitar 20,91juta hektar. Lahan seluas itu dikelola dengan pendekatan multidimensi dan komperhensif, sehingga antara pelestarian dan kebermanfaatan dapat berjalan dengan beriringan. Dengan itu, pembangunan nasional yang utuh dapat tercapai.

kawasan konservasi indonesia
Peta Kawasan Konservasi Indonesia (http://bit.ly/2gZ5JWR)

Di kawasan seluas itu, spesies yang hidup sangat berlimpah. Oleh karenanya, perlu ada regulasi untuk membatasi pemanfaatan dan menjaga kelestarian. Salah satunya dengan cara menetapkan satwa dan tanaman yang dilindungi. Hingga saat kini spesies yang dilindungi mencakup 127 spesies mamalia, 382 spesies burung, 31 spesies reptilia, 12 spesies palmae, 11 spesies raflesia dan 29 spesies Orchidaceae.

Namun, upaya-upaya pelestarian itu seringkali menemui tantangan berupa tidak sejalannya upaya yang dilakukan dengan usaha masyarakat untuk memburu spesies yang ada di alam. Tantangan yang lebih besar datang dari perdagangan satwa yang semakin marak, sehingga memicu perburuan semakin banyak. Hal ini mengancam kelestarian spesies secara keseluruhan. (fir/ sumber: antaranews.com)

Foto utama: Gajah di Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser (dok. Diah Bisono)

Similar Posts