manfaatkan sinyal hp di gunung

JAKARTA – Setelah tersesatnya pendaki di Gunung Semeru, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup jalur pendakian menuju ke gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Penutupan  hingga waktu yang tidak ditentukan untuk kepentingan evaluasi dan menentukan kebijakan yang tepat dalam pengelolaan Gunung Semeru.

John Kennedie, Kepala Balai TNBTS mengungkapkan selama ini banyak pendaki yang melanggar peraturan. Gunung Semeru masih berstatus waspada dengan jarak aman 4km dari puncak. Sehingga, rekomendasi dari PVMBG, pendakian hanya boleh dilakukan sampai Kalimati.

“Perlu dilakukan evaluasi dengan berbagai pihak atas kejadian itu. Kami harus membuat suatu kebijakan agar para pendaki tidak nekat menerobos hingga ke puncak saat pendakian telah kembali dibuka,” ujar John.

Dua pendaki Semeru bernama Zirli Gita Ayu Safitri (17), pelajar asal Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, dan Supyadi (27), asal Blok 4 Tegal Lempuyangan Lor, Tegal Gubug, Cirebon dinyatakan hilang pada Jumat (20/5), setelah mereka nekad naik ke puncak Semeru. Tim SAR gabungan menemukan kedua survivor itu di air terjun Gunung Boto pada Selasa (24/5) dan keduanya dievakuasi ke Dusun Tawon Songo, Desa/Kecamatan Pasrujambe pada malam harinya untuk dibawa ke RS dr. Hariyoto Lumajang, kemudian dibawa pulang keluarganya ke Cirebon pada Rabu (25/5). (fir/ sumber: tribunnews.com)

 

Similar Posts