pendakian gunung merapi ditutup

 JAKARTA – Gunung Merapi akan kembali memiliki jalur pendakian baru. Jalur ini bernama Sapuangin, berada di Dusun Pajekan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Jalur ini akan resmi beroperasi pada Mei 2017 Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Pembukaan jalur baru pasca erupsi Gunung Merapi 2010 ini berdasarkan hasil revisi zonasi Merapi, 2015 lalu.

Jalur pendakian Sapuangin ini terhitung panjang jika dibandingkan dengan jalur Selo Baru di Boyolali. Waktu tempuhnya mencapai 9-14 jam perjalanan. Oleh karenanya pendaki disarankan untuk bermalam di Pos 2 (dari 4 pos) guna menghindari bahaya karena kemalaman di jalur. Tetapi, di luar jalur yang panjang, jalur Sapuangin menawarkan hal lain. Jalur yang dilalui tidak seterjal jalur di Selo Baru, Yogyakarta juga dapat dilihat jelas dari ketinggian setelah satu jam perjalanan, dan puncak Merapi akan terus terlihat selama sisa perjalanan.

“Dengan bertambahnya jalur pendakian ini diharapkan akan menjaga eksosistem untuk istirahat dan memperbaiki diri. Jalur juga jadi tidak cepat rusak karena populasi pendaki yang tertumpuk di satu jalur,” jelas Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II (Boyolali-Klaten) Balai TNGM, Iskandar.

Jalur Sapuangin sejatinya adalah jalur lama yang dulu juga digunakan oleh pendaki untuk menuju puncak Merapi, bersama dengan 4 jalur lainnya, yakni Selo, Babadan, Kinahrejo, dan Lendong. Namun, jalur-jalur ini tak dapat lagi dilewati usai Gunung Merapi mengalami erupsi pada 2010. Setelah erupsi, hanya jalur baru Selo di Boyolali yang dibuka. Sedang sisanya masih rehabilitasi pasca erupsi. (fir)

Similar Posts