buku jalan pendaki

JAKARTA – Butuh empat tahun bagi Acen Trisusanto untuk menyelesaikan buku perjalanan pendakiannya. Buku bersampul biru berjudul sama dengan blog milik Acen, ‘Jalan Pendaki’, adalah buku perdananya.

Dalam talkshow di IIOutfest 2017 (31/3), Acen mengungkapkan bukunya termasuk kategori ‘ringan’. Bukan berupa panduan perjalanan ke suatu gunung atau tempat wisata, melainkan pengalaman pribadinya selama melakukan beragam perjalanan. “Cuma pengen ngasih tau kalau naik gunung itu emang perlu mikirin hal-hal tertentu (persiapan mental dan fisik, dll), tapi ada hal yang fun kok dari naik gunung, yang kalau pulang bisa diceritain ke orang lain,” papar Acen  perihal ide menulisnya.

buku jalan pendakiIa terinspirasi pengalaman pribadinya kerika membaca 5cm, novel tentang pendakian yang malah membuatnya memikirkan resiko-resiko paling buruk dari pendakian. Menurut Acen, selain cerita, cara bertutur dalam buku bisa mempengaruhi sisi psikologis seseorang. Setidaknya bagi dirinya. Berbekal pemikiran itu, ia membuat Jalan Pendaki menjadi sebuah ‘bacaan ringan’. Mulai dari cerita yang diangkat hingga cara bertutur yang banyak diselipi humor, seperti halnya tulisan-tulisan dalam blog-nya. Meksi ringan, informasi-informasi seputar pendakian hingga edukasi, seperti mendaki saat musim hujan, berusaha diselipkan dalam bukunya.

Selain buku Jalan Pendaki, tulisan-tulisan Acen masih bisa dinikmati di jalanpendaki.com yang telah ia mulai sejak 2012. Sebelumnya, ia bersama beberapa penulis lainnya merilis buku ‘Penunggu Puncak Ancala’ yang juga berkisah tentang pengalaman selama mendaki. Blog-nya sendiri sukses mengumpulkan massa penggemar kegiatan petualangan dalam sebuah komunitas yang juga diberi nama sama dengan sang blog, Jalan Pendaki. (uli)

Similar Posts