SUMEDANG – Perlombaan Paralayang pada PON XIX Jawa Barat 2016 diwarnai oleh kejadian yang menimpa atlet. Pada nomor lomba lintas alam yg dilangsungkan pada Sabtu (24/9) di Bukit Batu Dua, Sumedang, Jawa Barat, dua penerbang jatuh setelah payungnya gagal mengembang dengan sempurna.

Kejadian bermula saat jumlah penerbang di udara sudah mencapai lebih dari 40-an. Saat masing-masing kontingen sedang mengatur posisi terbang dan ada pula yang bersiap take off, dari sudut kanan pengelihatan titik take off terlihat salah seorang penerbang kehilangan daya kembang payungnya. Tak lama kemudian di sudut yang sama terlihat seorang penerbang berputar horizontal sampai akhirnya mendarat di titik yang tidak diketahui.

insiden paralayang pon xixPenerbang pertama berhasil membuka payung cadangan dengan sempurna. Sedangkan penerbang kedua tidak sempat membuka payung cadangan karena kecepatan yang tinggi saat turun dan berputar-putar. Tidak diketahui dari kontingen mana kedua penerbang berasal. Satu-satunya hal yang diketahui adalah warna payung kedua penerbang. Penerbang pertama berpayung hitam, sedang penerbang kedua berpayung oranye.

Menurut Gendon Subandon, tokoh paralayang senior dan salah seorang yang mengawali olahraga paralayang nasional, kejadian ini adalah kecelakaan dimana kedua atlit berbenturan di udara. Dijelaskan Gendon bahwa atlit dari Papua dan Riau ini berhasil membuka payung cadangan mereka. Menurut Gendon keduanya sudah selamat. (firman arif/ adiseno dari Jakarta)

Similar Posts