CIANJUR – Memasuki April, sejumlah pengelola gunung mulai membuka musim pendakian. Semeru, Prau, Rinjani, hingga Gede-Pangrango sudah mengumumkan secara resmi di laman website mereka lengkap dengan unggahan surat keputusannya. Namun, kendati pendakian sudah diizinkan, ada satu hal yang mesti tetap diwaspadai oleh pendaki. Satu hal itu adalah cuaca hujan yang masih turun di kawasan gunung.

Seperti pada minggu pertama April, ketika Gunung Gede baru membuka aktivitas pendakian, ada 12 pendaki yang harus dievakuasi turun karena kehabisan bekal dan ada anggota yang terserang hipotermia. Berbeda halnya dengan pendaki di Gunung Sumbing yang harus dievakuasi karena cedera. Cuaca hujan disertai angin membuat keadaan menjadi lebih sulit.

Hingga pertengahan April, curah hujan di kawasan gunung masih terhitung sangat tinggi. Di Gunung Gede, Cianjur, Jawa Barat, awan gelap mulai menyelimuti setiap lepas siang hari. Saat sore menjelang, sekitar pukul 14.00 WIB, gerimis disertai hujan turun. Kondisi ini bertahan hingga setelah matahari terbenam. Hujan juga disertai angin kencang yang membahayakan pendaki. Pohon tumbang dapat membayangi kapan saja.

Kondisi ini harus tetap diwaspadai oleh pendaki. Mendaki pada saat musim hujan membutuhkan persiapan khusus. Selain itu, jika tidak yakin dapat menghadapi kondisi hujan, sebaiknya perjalanan dapat ditunda hingga cuaca membaik agar resiko kecelakaan semakin kecil. (fir)

Similar Posts