atlet panjat Indonesia untuk Olimpiade

CIKOLE – Lomba Panjat Tebing PON XIX sudah berakhir pada 27 September 2016. DKI Jakarta berhasil meraih juara umum pada cabang olahraga (cabor) yang sejak 1995 tidak pernah diraih FPTI DKI. Keberhasilan DKI tidak saja bertumpu pada disiplin tingkat kecepatan atau speed climbing. Pada jalur pendek atau boulder,  dan tingkat kesulitan atau lead, atlet panjat DKI meraih medali emas.

hasil panjat tebing pon xix
Adu cepat pada jalur speed record menjadi atraksi menarik pada cabang sport climbing (adiseno)

Jawa Timur yang pada dekade terakhir kerap juara umum nasional maupun PON meraih posisi kedua. Namun Perolehan medali emas timpang karena juara umum meraih sembilan emas, juara tiga hanya tiga emas, dan juara ketiga Jawa Barat dua emas. Sepuluh provinsi saja yang berhasil membawa pulang medali PON dari 18 yang masuk kualifikasi PON.

Cabor panjat tebing akan dipertandingkan untuk pertama kalinya di Asian Games 2018, dan Olimpiade Tokyo pada 2020. Membandingkan hasil PON untuk perkiraan keberhasilan perolehan medali Indonesia di multieven paling bergengsi Asia dan Dunia pantas dilakukan.

Tidak ada atlet panjat tebing atau lebih dikenal di dunia internasional sebagai sport climbing, yang mematahkan rekor dunia. Paling terukur dalam disiplin panjat tebing adalah speed record di mana jalurnya sama. Aspar Jailolo peraih Emas PON mencatat waktu tercepat 5,800 detik, masih lebih lambat dari rekor dunia. Demikian juga para peraih medali putri.

hasil panjat tebing pon xix
Aspar Jailolo peraih medali Emas dari DKI Jakarta yang rekornya mendekati rekor dunia. (adiseno)

Ronal Novar Mamarimbing pelatih Jawa Timur yang mengantar tim Jatim bertahun-tahun juara nasional, yakin bahwa para atlet speed climbing kita bisa berprestasi di multieven internasional. Ia menyebutkan Aspar Jailolo, Santi dari Kalimantan Utara, Jamal dari Kalimantan Timur, dan dua dari Banten, Farina serta Rajiah memiliki potensi.

Sedangkan pada disiplin lead yang merupakan cabang bergengsi sport climbing atlet panjat Indonesia masih belum bisa bersaing. Ronal juga setuju bahwa jalur-jalur yang dibuat belum setara dengan jalur pada Kejuaraan Dunia. Pada kejuaraan dunia jalur final dibuat dengan tingkat kesulitan 5.14 Decimal System, atau 8 peringkat Perancis. Pada PON ini hanya jalur final putra yang menurut pandangan Ronal hanya 5.13 saja. “Tapi saya tidak coba jadi hanya perkiraan,” begitu dijelaskan Ronal lebih lanjut. (adiseno)

Hasil Perolehan Medali Cabor Panjat Tebing:

NO. PROVINSI EMAS PERAK PERUNGGU
1 DKI Jakarta 9 1 4
2 Jawa Timur 3 7 5
3 Jawa Barat 2 2 2
4 Kalimantan Timur 2 1 2
5 Jawa Tengah 1 4 2
6 Bali 1 0 1
7 Bangka Belitung 0 2 0
8 DI Yogyakarta 0 1 0
9 Sulawesi Selatan 0 0 1
10 Nusa Tenggara Barat 0 0 1

Foto utama: Atlet panjat Jawa Barat pada pemanjatan lead beregu, Senin 19 September 2016. (adiseno)

Similar Posts