Jakarta  – Seekor bayi Owa Jawa (Hylobates Moloch) menjadi spesies pertama yang dilahirkan di alam liar dari orangtua yang keduanya adalah hasil penyelamatan dari perdagangan liar. Kelahiran ini pada 7 November lalu. Conservation International, sebuah Lembaga yang merilis Owa Jawa mengatakan bahwa kelahiran ini mendatangkan harapan baru bagi masa depan spesies yang terancam punah ini. Demikian dikutip dari BBC oleh Victoria Grill,

Owa Jawa merupakan salah satu dari 25 satwa prioritas yang menjadi target sasaran strategis peningkatan populasi 10% oleh Ditjen KSDAE yang tertera pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)2015-2019.

Populasi Owa jawa tersisa tidak lebih dari 5%. Pada 3 November 2017, tercatat lima ekor Owa Jawa dilepasliarkan menuju hutan lindung Gunung Malabar, Jawa Barat, setelah direhabilitasi selama lima sampai tujuh  tahun di Javan Gibbon Center, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Upaya pelepasan ini dilakukan oleh Yayasan Owa Jawa yang berdiri sejak tahun 2001. Mitra yang bersangkutan yaitu Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK), Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Perum Perhutani, Conservation International Indonesia, Silvery Gibbon Project, serta Pertamina EP Subang asset 3 Subang Field.

Sampai saat ini, sudah ada 17 ekor Owa Jawa yang dilepasliarkan oleh CI dan Yayasan Owa Jawa. Masih banyak perdagangan satwa liar di Indonesia. Jual beli hewan secara illegal membuat penjagaan semakin ketat.

“Ini proses yang sangat Panjang. Sebab pemburu masih mencari Owa karena mereka lucu dan mudah dijual. Saat ditemukan, Owa tinggal di kandang dan membuatnya tak dapat bergerak sama sekali. Mereka perlu belajar lagi untuk hidup di pohon,” Kata Anton Ario, perwakilan dari CI, seperti dikutip dari BBC, selasa (7/11/2017)

Berdasarkan daftar IUCN, Owa Jawa tercatat sebagai satwa Endangered (terancam punah). Peraturan Pemerintah n0.7 tahun 1999 menyebutkan bahwa Owa Jawa termasuk satwa yang dilindungi. CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), mengelompokkan Owa Jawa sebagai apendiks 1, salah satu jenis satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan international. (sho/sumber BBC)

foto utama : Bombom dan Yudi, owa jawa saat masih berada di Javan Gibbon Center, Jawa Barat. (dok.National Geographic)

Similar Posts