berlin marathon

BERLIN – Gabriel Tri Swastono (52) berhasil menyelesaikan grand slam personalnya. Anggota komunitas Fit@Fifty ini Minggu (25/9) berhasil mencapai finis Berlin Marathon. Dalam tiga bulan Gabriel membukukan tiga rekor. Sebelumnya ia yang juga dipanggil Tono oleh kawan kuliahnya telah mendaki gunung tertinggi Eropa, Elbrus (5.642m) pada 19 Agustus. Sebulan sebelumnya ia mendaki Puncak Jaya – 4.850m (20/7).

“Tkx Abang2 semua…kalau bkan karena fit@fifty ik nggak pernah bisa lari Bros..’” begitu Gabriel mengabari keberhasilannya kepada kawan-kawannya.

berlin marathon
Gabriel Tri Swastono (52) didepan Gerbang Brandenburg, Berlin setelah menerima medali finisher (dok. Gabriel Tri Swastono)

Baru Gabriel bersama Manogari Siahaan yang berhasil dalam marathon diantara komunitas yang usianya lewat setengah abad. Bagi Gabriel sendiri mendaki gunung maupun lari marathon bukan hobi utamanya.

Gabriel mulai menekuni kegiatan bernuansa endurance ketika berusia 40 dan menjalani rute 800km Camino de Santiago di Spanyol. Kemudian ketika ia diajak mantan tetangganya Manogari Siahaan untuk ikut komunitas Fit@Fifty, Gabriel bergabung pada 2014 dan menjalani rute sirkuit Annapurna. Pada perjalanan itu upaya mendaki Chulu West (6.419m) batal akibat musibah badai Annapurna di mana 47 jiwa tewas.

Gabriel mengabarkan bahwa sekitar 200lebih pelari Indonesia mengikuti Berlin Marathon. Sementara dari China, menurut Gabriel mencapai 1.000lebih pelari. Berlin Marathon dikenal sebagai terbesar dan paling datar serta tercepat. Ini merupakan satu dari enam seri marathon, di mana lainnya adalah Tokyo, London, Chicago, Boston, dan New York. Yang tercepat kali ini pelari asal Afrika yang mencatatkan waktu 123menit. (ads)

 

Similar Posts