JAKARTA – Dalam rangka memperingati ulang tahun Yayasan Pemanjat Lawas, Gladian Pertama Panjat Tebing digelar di Gunung Bongkok, 12-13 Maret lalu. Pada akhir pekan sekitar 30 pemanjat dan pencinta alam berkumpul untuk berlatih bersama di tebing andesit Gunung Bongkok Purwakarta. Demikian diungkapkan Udin, tokoh Pemanjat Lawas.

IMG-20160314-WA0057- Gladian
Suasana diskusi panjat tebing pada Gladian Pertama Panjat Tebing Gunung Bongkok Purwakarta pada 12 Maret 2016 (dok. Pemanjat Lawas)

Acara berlatih bersama ini juga diiringi diskusi mengenai panjat tebing. Dihadiri oleh Deden pemanjat dekade 90an yang dikenal sebagai pembuat banyak jalur di kawasan Klapa Nunggal, Cibinong, Jawa Barat.

Klapa Nunggal dan Ciampea merupakan kawasan tebing gamping yang menjadi arena berlatih pemanjat Jakarta. Ketika panjat tebing berkembang pada akhir dekade 80, para pemanjat dari berbagai kelompok pencinta alam dan perorangan kerap berlatih bersama hingga membentuk persahabatan. Menjalin silaturahmi diantara kawan ini yang membentuk kelompok Pemanjat Lawas.

Gunung Bongkok merupakan tetangga dari Gunung Parang di kawasan Jatiluhur Purwakarta. Beberapa jalur dikembangkan kelompok Pemanjat Lawas. Diantaranya pada 6 Februari 2016 dengan tingkat kesulitan 5.9 menggunakan enam pengaman bor setinggi 20 meter. Jalur ini untuk mengenang Sumarno, pemanjat yang aktif di Klapa Nunggal yang meninggal pada bulan lalu dalam usia setengah abad. (ads)

Similar Posts