JAKARTA –Tekad Gatot Sudariyono terbayar. Ia menyelesaikan lari Tambora Challenge dengan jarak 100 KM. Setelah hampir 20 jam berlari, Pria berusia 55 tahun ini tiba di garis finish. Ia adalah 1 dari 21 orang yang dapat menyelesaikan lomba di bawah batas waktu. Sementara 6 peserta lainnya harus menyerah karena tidak dapat menyelesaikan lomba di bawah batas waktu yang ditentukan.

Tambora Challenge
Saat melalui kilometer 80 sudah menjelang siang dan cuaca panas sehingga Gatot Sudariyono dibantu dengan siraman air untuk menghindari heat stroke (dok. Gatot Sudariyono

Pencapaian ini luar biasa bagi salah satu anggota Wanadri ini. Seminggu sebelumnya ia juga menyelesaikan lomba dengan jarak tempuh 64 KM pada gelaran Komando Run di Jakarta. Seminggu setelahnya, ia dapat menyelesaikan lomba lari ini. Bukan hal mudah, Nusa Tenggara Barat terkenal memiliki suhu yang panas. Serangan Heat Stroke dapat mengancam siapa saja. Tidak heran jika ia meminta panitia mengguyur badannya ketika berlari tiap Kilometer sejak pukul 10.00 pagi hingga pukul 13.00.

“Sejak pukul 10.00 hingga pukul 13.00 saya meminta panitia menyiram badan saya. Untuk itu satu orang membawa motor mengawal saya membawa air dingin.” Kenang Gatot ketika dirinya masih tertahan di Bima karena kesalahan perhitungan waktu pulang.

Tambora Challenge digelar dengan memperlombakan lari dalam empat kategori antara lain 320 KM, 100 KM, 50 KM, dan 25 KM, serta bersepeda keliling Nusa Tenggara. Acara ini digelar dalam rangkaian acara Festival Pesona Tambora 2016. Tujuannya untuk memperlihatkan potensi yang ada di sekitar wilayah Tambora dan Nusa Tenggara pada umumnya. (fir)

Foto utama: Memasuki finish ketika upacara dengan Kementerian Pariwisata sudah berakhir. Dalam lari menuju finish Gatot sempat disusul rombongan Kemenpar dan juga kepulangan mereka. (dok. Gatot Sudariyono)

Similar Posts